Museum Sri Aji Jayabaya, Destinasi Wisata Sejarah yang Menyimpan Jejak Kejayaan Kediri

Museum Sri Aji Jayabaya di Desa Menang, Pagu, Kabupaten Kediri, hadir sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi budaya yang menyimpan jejak kejayaan Kerajaan Kediri.

11 Jan 2026 - 10:33
Museum Sri Aji Jayabaya, Destinasi Wisata Sejarah  yang Menyimpan Jejak Kejayaan Kediri

KEDIRI, SJP -  Bangunan Museum Sri Aji Jayabaya berdiri mencolok di tepi Jalan Totok Kerot, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Dari luar, museum ini menampilkan arsitektur modern dengan sentuhan simbolik yang kuat. Struktur utamanya didominasi bentuk geometris simetris, dengan fasad tengah menyerupai gapura monumental yang menjulang, dilapisi panel transparan berwarna keabu-abuan.

Museum Sri Aji Jayabaya hadir sebagai destinasi wisata sejarah yang mengajak pengunjung menelusuri jejak kejayaan Kediri melalui artefak, ruang pamer arkeologi, dan narasi peradaban masa lalu. Diperkenalkan kepada publik melalui soft opening pada Kamis (25/12/2025), museum ini menyuguhkan beragam koleksi tinggalan sejarah.

Di ruang pamer utama, pengunjung dapat menyaksikan arca-arca batu, fragmen gerabah seperti kendi dan gentong batu, hingga pecahan bagian candi berupa umpak serta lingga-yoni. Museum ini juga menampilkan replika Prasasti Harinjing, sementara prasasti aslinya disimpan di Museum Nasional Indonesia.

Sebagian koleksi yang dipamerkan merupakan pindahan dari Museum Bhagawanta Bhari yang berada di sekitar Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, sementara koleksi lainnya berasal dari Museum Trowulan di Mojokerto. Meski belum seluruh koleksi ditampilkan, susunan ruang dan artefak yang ada telah memberi gambaran awal tentang kemegahan peradaban Kediri di masa lampau.

Kesan tersebut dirasakan langsung oleh Desy Krisnawati, pengunjung asal Ngasem, Kabupaten Kediri. Menurutnya, Museum Sri Aji Jayabaya mampu menghadirkan narasi sejarah yang kuat tentang masa kejayaan Kerajaan Kediri sekaligus berfungsi sebagai pusat edukasi budaya.

“Kesan saya, museum daerah ini menggambarkan masa kejayaan Kerajaan Kediri di masa lalu dan bisa menjadi pusat edukasi sejarah dan budaya,” ujar Desy.

Ia menilai museum memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran generasi muda agar mengenal akar sejarahnya. Dengan memahami masa lalu, kata Desy, generasi penerus dapat berinovasi tanpa kehilangan jati diri.

“Generasi penerus bangsa bisa berinovasi dengan meneladani sejarah dan tetap memelihara peninggalannya. Harapannya, koleksi artefak yang berasal dari wilayah Kediri bisa terus ditambah,” katanya.

Menurut Desy, kelengkapan koleksi akan membuat gambaran tentang masa-masa Kerajaan Kediri menjadi lebih konkret dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Sejalan dengan harapan pengunjung, Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyiapkan pengembangan Museum Sri Aji Jayabaya secara bertahap. Plh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, Mustika Adi Prayitno, menyebut museum ini dirancang sebagai bagian dari pengembangan wisata budaya atau culture tourism.

“Harapannya anak-anak sekarang tidak hanya terbawa arus media sosial, tapi juga tahu asal-usulnya, tahu sejarah nenek moyangnya, dan betapa kayanya peradaban mereka,” ujar Mustika.

Ia menjelaskan, saat ini museum baru menampilkan sebagian kecil dari total koleksi yang dimiliki. Ke depan, selain koleksi arkeologi, museum juga akan dilengkapi dengan unsur etnologi dan kesenian tradisional Kediri, seperti wayang krucil dan jaranan Jawa.

Menurut Mustika, keberadaan museum memiliki dampak yang luas, tidak hanya dari sisi pelestarian budaya dan edukasi, tetapi juga dari sisi ekonomi daerah.

“Dari budaya, edukasi, sampai ekonomi semua kena. Dampak tidak langsungnya nanti juga bisa menambah PAD,” jelasnya.

Dengan konsep wisata sejarah yang terus dikembangkan, Museum Sri Aji Jayabaya diharapkan menjadi ruang belajar, ruang rekreasi, sekaligus titik temu generasi masa kini dengan jejak kejayaan Kediri yang pernah berjaya di Nusantara. (**)

Editor : Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow