Kandang Ayam di Rejotangan Tulungagung Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta
Kebakaran skala besar ini merupakan kejadian ketiga sepanjang hari Sabtu (10/01/2026). Kejadian kebakaran pertama menimpa sebuah rumah di Desa Ngebong, Kecamatan Pakel, dan kejadian kedua kebakaran di tempat produksi kacang sanghai di Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru.
TULUNGAGUNG, SJP - Kebakaran besar melanda sebuah kandang peternakan ayam potong di Dusun Nakeran, Desa Pakisrejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (10/1/2026) malam. Peristiwa tersebut menghanguskan dua unit kandang yang berisi anakan ayam ribuan ekor.
Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulungagung, Iwan Supriyono, mengatakan kandang ayam tersebut milik Sugianto (61), warga setempat. Kebakaran terjadi sekitar pukul 19.20 WIB dan pertama kali diketahui langsung oleh pemilik kandang yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Menurut saksi api tiba-tiba muncul dari bagian atas kandang dan dengan cepat membesar karena material kandang mudah terbakar,” ujar Iwan.
Laporan kebakaran diterima petugas pikey Damkarmat Tulungagung pada pukul 19.40 WIB. Satu armada Damkar, satu armada suplai air dan mobil rescue, diberangkatkan menuju tempat kejadian kebakaran. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 30 menit, mengingat lokasi kejadian berada sekitar 22 kilometer dari markas Damkar. Petugas Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 20.20 WIB.
“Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran, satu armada tangki suplai air, serta satu kendaraan rescue untuk penanganan di lokasi,” jelas Iwan.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara di lapangan, penyebab kebakaran diperkirakan berasal dari korsleting listrik pada alat pemanas kandang. Api dengan cepat merambat dan menyebabkan kebakaran berskala besar.
Akibat kejadian tersebut, pemilik mengalami kerugian material berupa enam unit mesin pemanas, berbagai peralatan kandang, dua bangunan kandang ayam berukuran masing-masing 8 x 40 meter, serta 5.000 ekor ayam yang baru berusia dua hari.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta," ungkap Iwan.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung cukup lama karena besarnya kobaran api dan luasnya area kandang. Petugas akhirnya berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 22.05 WIB.
Iwan Supriyono mengimbau masyarakat, khususnya pemilik usaha peternakan ayam, agar rutin memeriksa instalasi listrik dan peralatan pemanas guna mencegah kejadian serupa.
“Kami mengingatkan agar instalasi listrik dan alat pemanas selalu dicek secara berkala. Pencegahan sangat penting untuk meminimalisir risiko kebakaran,” pungkasnya. (*)
Editor : Danu
What's Your Reaction?

