Muhaimin Sebut Makan Bergizi Gratis Dibiayai APBN Tapi APBD Harus Berkontribusi
Menurutnya, dalam realisasi MBG tidak ada uang yang bersumber dari luar negara. Karena program ini diklaim sebagai pengabdian negara kepada pemenuhan gizi anak-anak.
MOJOKERTO, SJP - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program negara yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBN).
Menurutnya, dalam realisasi MBG tidak ada uang yang bersumber dari luar negara. Karena program ini diklaim sebagai pengabdian negara kepada pemenuhan gizi anak-anak.
"Pak presiden kan sudah jelas pengabdian negara ini kepada gizi anak-anak harus tuntas, jadi ya uang negara, gak ada uang di luar negara," kata Muhaimin Iskandar saat diwawancarai dalam kegiatan kunjungan ke Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (16/1/2025).
Dia menegaskan, memang program MBG ini menggunakan anggaran pemerintah bukan anggaran lain, bagi dia, kalau bukan dari pemerintah bukan MBG namanya.
Kendati demikian, Muhaimin mengatakan, apabila ada donatur atau swadaya masyarakat hal tersebut hanya merupakan partisipasi.
"Kalau kemudian swadaya ada masyarakat ya partisipasi," lanjutnya.
Begitupun dengan daerah yang membebankan anggaran program itu di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), disinggung hal itu, politisi PKB ini katakan, jika APBD memang harus berkontribusi.
"APBD harus berkontribusi," katanya.
Dia menjelaskan, program MBG ini memang diinisiasi oleh pemerintah pusat. Sumber anggaran yang dipakai adalah APBN.
"Dari (anggaran) Rp 71 triliun akan mendapat tambahan menjadi Rp 80an triliun, akan dapat tambahan seratusan moga-moga pertengahan tahun dan akhir tahun akan dapat semuanya," jelas dia. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

