Dishub Kota Batu: Gate Parkir Jadi Solusi Inovatif untuk Perbaiki Tata Kelola
Hendry menegaskan bahwa rencana ini tidak akan merugikan pihak-pihak terkait, termasuk para jukir yang selama ini mengelola parkir di area tersebut. Untuk jukir akan diberikan skema kerja sama yang jelas dimana saat ini ada 15 kelompok koordinator dari 50 orang jukir, dan mereka tetap akan bekerja seperti biasa.
KOTA BATU, SJP - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu, Hendry Suseno angkat bicara terkait rencana penerapan sistem gate parkir di alun-alun kota tersebut. Menanggapi protes keras yang dilakukan puluhan PKL dan Jukir, ia menegaskan bahwa rencana ini didasarkan pada kajian mendalam dan bertujuan untuk memperbaiki tata kelola perparkiran di area wisata yang menjadi andalan Kota Batu.
Diwawancarai pada Selasa (15/7/2025) ia menegaskan bahwa rencana ini bukanlah solusi instan, melainkan bagian dari upaya jangka panjang untuk mengoptimalkan manajemen perparkiran di Kota Batu.
"Hal ini merupakan langkah inovatif untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir tepi jalan umum (TJU). Kami sudah mempertimbangkan semua aspek, termasuk potensi kemacetan, keruwetan akses, dan dampak terhadap mata pencaharian para jukir," jelasnya.
Hendry menegaskan bahwa rencana ini tidak akan merugikan pihak-pihak terkait, termasuk para jukir yang selama ini mengelola parkir di area tersebut. Untuk jukir akan diberikan skema kerja sama yang jelas, di mana saat ini ada 15 kelompok koordinator dari 50 orang jukir, dan mereka tetap akan bekerja seperti biasa.
Hanya saja, sistem ini akan dikelola secara lebih terstruktur dan efisien. Nantinya, sistem bagi hasil tetap berlaku sesuai ketentuan 60-40 persen dengan pemerintah kota.
Ia juga menjelaskan bahwa hasil retribusi dari sistem gate parkir nantinya tidak hanya akan digunakan untuk kebutuhan administratif, tetapi juga dialokasikan untuk perbaikan sarana prasarana di alun-alun.
"Dengan sistem ini, kita harapkan tidak hanya bisa meningkatkan PAD, tetapi juga memperbaiki infrastruktur yang ada. Kami mengakui bahwa sebagian besar jukir dan PKL belum sepakat dengan rencana gate parkir ini. Beberapa dari mereka menilai sistem ini dapat menciptakan kerumitan akses dan berpotensi mengurangi jumlah pengunjung, sehingga berdampak negatif pada pendapatan mereka," imbuhnya.
Namun Hendry menegaskan bahwa pihaknya tetap membuka ruang untuk sosialisasi lebih lanjut dimana pihaknya akan terus berkomunikasi dengan semua pihak terkait, termasuk para jukir, PKL, dan masyarakat pengguna area alun-alun.
"Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi ini adalah bentuk komitmen untuk membangun Kota Batu sebagai destinasi wisata yang lebih baik, baik dari segi infrastruktur maupun layanan," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

