MPP Siola Jadi 'Jantung' Layanan Publik Surabaya, Layani 70.744 Warga Sepanjang 2025

Sebanyak 267.879 warga mengakses layanan publik terpadu Surabaya sepanjang 2025, dengan 70.744 kunjungan terpusat di MPP Siola yang menjadi jantung pelayanan kota terpadu satu pintu.

19 Jan 2026 - 19:39
MPP Siola Jadi 'Jantung' Layanan Publik Surabaya, Layani 70.744 Warga Sepanjang 2025
Gedung Siola sebagai Mal Pelayanan Publik (MPP), pusat layanan terpadu Kota Surabaya (Dok. Humas Pemkot Surabaya for SJP)

SURABAYA, SJP – Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola kian mengukuhkan diri sebagai pusat denyut layanan publik Kota Surabaya. Sepanjang tahun 2025, gedung yang berada di jantung kota itu mencatat 70.744 kunjungan masyarakat.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Surabaya menunjukkan, tingginya angka tersebut berkontribusi signifikan terhadap total 267.879 kunjungan masyarakat ke layanan publik terpadu, yang meliputi MPP Siola dan Sentra Pelayanan Publik (SPP) di berbagai wilayah kota.

Sejak sebagian gedungnya dialihfungsikan menjadi Mal Pelayanan Publik pada tahun 2017, Siola yang termasuk bangunan cagar budaya dan pusat aktivitas perdagangan barang elektronik itu kini berperan menjadi pusat layanan birokrasi yang reintegrasi dalam satu lokasi.

Kepala DPM-PTSP Kota Surabaya, Lasidi, menegaskan bahwa MPP Siola memiliki peran strategis sebagai pusat layanan lintas instansi yang menopang kebutuhan administrasi warga sekaligus mendukung iklim investasi.

"MPP Siola merupakan pusat pelayanan terpadu yang menghadirkan layanan dari 26 instansi, baik dari Pemkot Surabaya, instansi vertikal, maupun BUMN dan BUMD," ujar Lasidi, Senin (19/1/2026).

Dari lingkup Pemerintah Kota Surabaya, MPP Siola sendiri secara bertahap dari awal kali dialihfungsikan hingga saat ini menghadirkan berbagai layanan utama yang diinisiasi oleh sejumlah perangkat daerah.

Layanan tersebut meliputi DPM-PTSP; Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil); Dinas Lingkungan Hidup (DLH); Dinas Perhubungan (Dishub); Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP); hingga Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker).

Selain menjadi pusat layanan di pusat kota, Pemkot Surabaya juga memperluas akses pelayanan melalui Sentra Pelayanan Publik (SPP) yang tersebar di sejumlah wilayah. 

Sepanjang 2025, SPP Menur tercatat melayani 51.886 orang, disusul SPP Nambangan sebanyak 4.367 orang, SPP Joyoboyo 3.985 orang, dan SPP Pakal 3.211 orang.

Tak hanya itu, layanan PTSP Pusat juga menjadi salah satu tujuan utama masyarakat dengan jumlah kunjungan mencapai 121.732 orang. Sementara itu, Klinik Investasi melayani 11.437 pengunjung, serta inovasi layanan drive-thru di SPP Menur telah dimanfaatkan oleh 517 warga.

Lasidi menjelaskan, besarnya jumlah kunjungan juga sejalan dengan luasnya cakupan layanan perizinan yang disediakan di MPP Siola.

"Jadi kita melayani sekitar 1.428 jenis perizinan dari Pemkot Surabaya, itu belum termasuk dari instansi-instansi vertikal," bebernya.

Sebagian besar layanan tersebut kini telah terintegrasi secara digital melalui Surabaya Single Window (SSW) Alpha dan Online Single Submission (OSS). Integrasi ini dinilai mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan sekaligus mempercepat proses perizinan.

Menurut Lasidi, tingginya animo masyarakat menjadi indikator bahwa layanan publik terpadu telah menjadi kebutuhan penting warga Surabaya, sekaligus menunjukkan efektivitas transformasi birokrasi yang dilakukan pemerintah kota.

"Sekaligus memperkuat komitmen pemerintah kota dalam menghadirkan pelayanan yang mudah diakses dan terintegrasi," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow