Warga Tengger Jalani Megeng di Akhir Wulan Kapitu, Wisata Bromo Tutup Sementara

Dampak dari penutupan itu, ratusan wisatawan terpaksa harus putar balik

28 Jan 2025 - 12:27
Warga Tengger Jalani Megeng di Akhir Wulan Kapitu, Wisata Bromo Tutup Sementara
Di batas Desa Wonokerto ini penutupan dilakukan oleh Jagabaya selama megeng akhir wulan kapitu. (Armandsyah/SJP)

PROBOLINGGO, SJP - Umat Hindu Tengger di Lereng Bromo, Kabupaten Probolinggo menjalani peribadatan megeng di akhir wulan kapitu. Untuk menghormati dan menciptakan suasana khidmat, aktivitas wisata ditutup sementara.

Penutupan di akhir wulan kapitu dalam kalender Tengger ini dilakukan sejak Senin 27 Januari pukul 17.00 WIB hingga Selasa 29 Januari 2025 pukul 17.00 WIB.

Selama kurun waktu itu, wisatawan maupun pihak yang tidak berkepentingan, dilarang memasuki kawasan. Penutupan ini berlaku di empat pintu masuk kabupaten lainnya.

Di Kabupaten Probolinggo, penutupan dilakukan di ujung Desa Wonokerto. Lima desa dengan mayoritas umat Hindu Tengger, menjalankan ibadah megeng. Antara lain Desa Ngadas, Jetak, Wonotoro, Ngadisari dan Ngadirejo.

“Selama megeng, kawasan dijaga oleh Jagabaya, mirip Pecalang jika di Bali. Untuk mengamankan wilayah dan mengatasi kondisi darurat,” kata Kades Wonokerto, Heri Dri Hartono, Selasa (28/1/2025).

Penjagaan itu bertujuan menciptakan suasana khidmat bagi umat Hindu Tengger yang menjalankan ibadah megeng. Penutupan semacam ini, merupakan yang kedua kalinya. Yakni di awal wulan kapitu kalender Tengger dan di akhir wulan kapitu.

Selama megeng, warga Tengger menjalani amati geni, amati lelungan, amati karya, dan amati lelanguan. Sekilas, mirip dengan Hari Raya Nyepi. Saat itulah, Jagabaya akan berjaga selama 24 jam. Mengantisipasi jika ada keadaan darurat.

Imbasnya, banyak wisatawan yang tidak tahu dan putar balik di Desa Wonokerto. Salah satu wisatawan, Diana mengatakan, dirinya berencana liburan menikmati suasana syahdu Bromo.

“Sampai di sini ternyata malah tutup. Nanti jam 5 baru buka. Ya terpaksa harus kembali,” tutur gadis berambut pendek ini.

Tak hanya Diana, ratusan wisatawan lain yang datang, baik menggunakan motor maupun mobil, putar balik. Resto sekitar Desa Wonokerto yang tidak terdampak penutupan, kebanjiran pengunjung. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow