Mojo Batik Festival 2025, Pemkot Mojokerto Dorong Batik Jadi Sumber Ekonomi dan Identitas Budaya

Melalui tangan-tangan terampil para pengrajin, batik tidak hanya menjadi produk ekonomi, tetapi juga hasil karya budaya yang mengandung identitas, filosofi kehidupan, sejarah panjang Kota Mojokerto, hingga kejayaan Majapahit.

22 Nov 2025 - 22:19
Mojo Batik Festival 2025, Pemkot Mojokerto  Dorong Batik Jadi Sumber Ekonomi dan Identitas Budaya
Wali Kota Mokokerto, Ika Puspitasari atau Ning Ita saat sambutan dalam Mojo Batik Festival 2025 di Taman Bahari Majapahit. (Foto: Syaiful/SJP)

KOTA MOJOKERTO, SJP - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada 30 pengrajin batik Kota Mojokerto dalam gelaran Mojo Batik Festival 2025.

Wali Kota yang karib disapa Ning Ita tersebut menekankan bahwa melalui tangan-tangan terampil para pengrajin, batik tidak hanya menjadi produk ekonomi, tetapi juga hasil karya budaya yang mengandung identitas, filosofi kehidupan, sejarah panjang Kota Mojokerto, hingga kejayaan Majapahit.

Mojo Batik Festival Tahun 2025 ini mengusung tema Canting Bahari Majapahit merefleksikan kekayaan Majapahit dan karakter bahari, salah satunya adalah anak sungai Brantas. 

"Festival ini menjadi ruang bagi generasi penerus bangsa untuk mencintai dan melestarikan batik. Masa depan batik tidak hanya ada di tangan para maestro, tetapi di tangan pemuda-pemuda yang menjadi generasi penerus bangsa untuk terus mencipta, berinovasi, dan membawa batik Mojokerto mendunia," ujar Ning Ita, saat membuka Mojo Batik Festival 2025 di Taman Bahari Mojopahit (TBM) Kota Mojokerto, Sabtu (22/11/2025) malam. 

Pemerintah Kota Mojokerto berkomitmen memperkuat ketahanan budaya, yang tercermin dalam salah satu misi Pancacita Kota Mojokerto, yaitu tentang Ketahanan Sosial dan Budaya. 

Komitmen ini disebut bertujuan untuk mendorong terwujudnya masyarakat Kota Mojokerto yang berbudaya, memiliki kesetaraan gender, dan memperkecil ketimpangan sosial.

Hal ini dibuktikan dengan terdaftarnya tidak kurang dari 134 motif batik khas Kota Mojokerto yang telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), dan jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah setiap tahun. 

"Di antara motif khas yang terdaftar, 65 di antaranya adalah motif ikonik seperti Surya Majapahit dan Merak Kasmaran dan lain sebagainya," sambung Ning Ita. 

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto ingin memastikan batik bukan hanya lestari, tetapi juga mampu menghidupi para pengrajin, sekaligus menjadi sumber kemandirian ekonomi dan kebanggaan bagi masyarakat.

"Pemerintah akan terus memperkuat sinergi dengan para pelaku usaha sektor ekonomi kreatif dan generasi muda untuk membawa batik Mojokerto semakin mendunia," lanjutnya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Ika Puspitasari mengajak seluruh masyarakat untuk bangga menggunakan batik Kota Mojokerto, membeli produk Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM), serta bangga menjadi bagian dari Kota Mojokerto yang maju, berkarakter, sejahtera, dan berkelanjutan. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow