Mobil Pikap Pembawa Pekerja Sumur Bor Terbalik di Jowin Tulungagung, Satu Orang Tewas
Saat melintasi turunan curam dan tikungan tajam di kawasan perbukitan Jowin, kendaraan tiba-tiba hilang kendali, keluar jalur, kemudian terguling hingga posisi terbalik.
TULUNGAGUNG, SJP - Sebuah mobil pikap yang mengangkut pekerja dan peralatan pembuatan sumur bor mengalami kecelakaan tunggal di jalur perbukitan Jowin, Desa Joho, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Kamis (11/12/2025).
Kecelakaan ini menyebabkan satu orang penumpang atas nama Suryono (39), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, meninggal dunia di lokasi kejadian.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Mobil pikap Grand Max berpelat nomor W 8498 P yang dikemudikan Iksan (50), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, melaju dari Desa Winong menuju Desa Joho.
Saat melintasi turunan curam dan tikungan tajam di kawasan perbukitan Jowin, kendaraan tiba-tiba hilang kendali, keluar jalur, kemudian terguling hingga posisi terbalik. Pikap baru berhenti setelah menabrak pohon jati di tepi jalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua pekerja berada di bak belakang bersama kotak alat sumur bor dan sebuah generator set. Ketika kendaraan terguling, Suryono tertimpa peralatan berat tersebut hingga meninggal dunia di lokasi. Sementara pengemudi dan tiga penumpang lain mengalami luka ringan dan selamat.
Anggota Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Aiptu Rohana, menyampaikan bahwa kecelakaan tersebut merupakan insiden tunggal yang diduga terjadi karena pengemudi kurang menguasai karakter jalan di wilayah tersebut.
“Karena orang jauh dan kurang menguasai medan, sehingga terjadi out control. Kendaraan datang dari arah Winong menuju Karangtalun lewat turunan tajam,” terangnya.
Menurut hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kondisi kendaraan dalam keadaan mesin hidup dan rem berfungsi, namun tidak mampu mengatasi turunan panjang dan tikungan sempit.
“Sopir sudah berusaha mengerem, tetapi karena medannya cukup curam, kendaraan tetap hilang kendali,” kata Aiptu Rohana.
Usai kejadian, pengemudi meminta bantuan kepada warga sekitar untuk mengeluarkan rekannya yang terjepit peralatan. Korban berhasil dikeluarkan namun dalam kondisi telah meninggal dunia.
"Mobil berisi empat orang, dua di belakang dan satu di depan bersama sopir," ungkap Aiptu Rohana.
Kendaraan pikap yang terguling berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.00 WIB setelah ditarik mobil derek. Korban meninggal dunia dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUD dr. Iskak Tulungagung, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus kecelakaan tunggal tersebut kini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

