Akibat Hujan Deras, Jembatan Penghubung Dua Desa di Mojokerto Ambrol

Jembatan yang digunakan warga untuk menyeberangi Sungai Wonodadi ini usianya cukup tua. Jembatan itu dibangun pada tahun 1970 dan belum pernah tersentuh rehabilitasi penguatan jembatan.

16 Mar 2025 - 22:17
Akibat Hujan Deras, Jembatan Penghubung Dua Desa di Mojokerto Ambrol
Warga memasang drum sebagai tanda jembatan ambrol di Desa Wonodadi. (Ist/SJP)

MOJOKERTO, SJP - Jembatan yang berlokasi di Dusun Sumber Kembar, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto tiba-tiba ambrol pada Sabtu (15/5/2025) malam.

Tingginya debit air sungai akibat hujan lebat dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi pemicu ambrolnya jembatan akses perekonomian dan pendidikan di dusun itu.

Di sisi lain, jembatan yang digunakan warga untuk menyeberangi Sungai Wonodadi itu usianya cukup tua. Jembatan itu dibangun pada tahun 1970 dan belum pernah tersentuh rehabilitasi.

Kapolsek Kutorejo, AKP Agus Hariyanto mengatakan, pihaknya telah memasang garis polisi agar warga tidak mendekat di lokasi jembatan ambrol.

Saat jembatan penghubung antar dusun itu ambrol, polisi memastikan tidak ada korban jiwa, karena bertepatan warga sedang berbuka puasa.

“Kondisi saat ambruk sedang sepi, tidak ada korban jiwa,” katanya, Ahad (16/3/2025).

Jembatan dengan lebar 4 meter dan panjang sekitar 10 meter itu ambruk karena diduga disebabkan usia jembatan dan debit sir sungai yang cukup tinggi.

“Dugaan sementara debit air yang deras dan usia jembatan sudah tua,” tandasnya.

Salah satu warga, Ahmad Sukirno (43) menjelaskan, jembatan penghubung yang melintasi Sungai Desa Wonodadi ini merupakan akses pendidikan, pertanian dan perekonomian warga.

Menurutnya, warga Dusun Sumber Kembar harus melintasi jembatan itu untuk menuju SDN Wonodadi dan SMPN Kutorejo. Jembatan Wonodadi ini juga dijadikan akses menuju sawah dan pasar.

Ahmad Sukirno menyebut, jalur alternatif cukup jauh. Karena harus berputar arah melewati jalan raya dengan jarak sekitar 5 kilometer.

“Jauh kalau mengantar sekolah. Pastinya kurang paham sekitar 5 kilometer,” kata dia, Ahad (16/3/2025).

Warga lain di lokasi menyebut, sebelum ambruk, jembatan tersebut mengalami retak di bagian fondasi.

Warga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto segera memperbaiki jembatan yang sehari-hari dijadikan akses pendidikan dan perekonomian tersebut.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Albarra dan Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian didampingi beberapa kepala dinas mendatangi lokasi pada Ahad (16/3/2025).

Mereka menjanjikan akan segera membangun jembatan darurat sebelum adanya penganggaran pembangunan secara permanen.

Muhammad Albarra menjelaskan, jembatan yang ambrol tersebut merupakan jembatan penghubung antardesa.

“Penanganannya, kita bangun jembatan darurat agar bisa dilewati warga, tentu memperhatikan risiko keamanan bagi warga sekitar yang melintas,” kata bupati yang karib dipanggil Gus Barra itu.

Gus Barra menyebut, pihaknya akan menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) yang telah masuk plot dalam APBD 2025.

“Jembatan darurat pakai BTT, penanganan permanen kita upayakan di P-APBD 2025,” tandasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow