Tanggapi Keluhan Sopir Bus, Pengelola Terminal Wisata Sunan Giri Gresik Angkat Bicara
Keluhan sopir bus yang sempat viral di media sosial mendapat tanggapan pengelola Terminal Wisata Sunan Giri Gresik.
GRESIK, SJP — Pemerintah desa (Pemdes) Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, sekaligus pengelola Terminal Wisata Sunan Giri Gresik, angkat bicara terkait keluhan sopir bus belakangan menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Video itu menggambarkan keluhan sopir bus pengunjung atas besaran tarif parkir selangit yang tidak sebanding dengan fasilitas yang diberikan. Sesuai peraturan daerah (Perda), sopir bus ditarik parkir sebesar Rp150.000 per unit.
Kepala Desa Sekarkurung, Subhan, mengatakan terkait fasilitas yang ada sudah diupayakan ada perbaikan, namun tentu dengan keterbatasan anggaran.
"Tahun ini sudah dilakukan perbaikan paving, tapi hanya sebagian depan. Mengingat keterbatasan dana," kata Subhan, Kamis (11/12/2025).
Subhan menyampaikan, Terminal Wisata Sunan Giri Gresik merupakan bentuk kolaborasi antara Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik dan Pemdes Sekarkurung.
Terkait pengadaan atau perawatan fasilitas ada di kewenangan Dishub Gresik, sedangkan pengelolaan sehari-harinya ada di pihak Pemdes.
"Kita berharap ada perbaikan lokasi karena paving itu sudah lama perlu ada perbaikan sehingga tidak menimbulkan kesan, lama rusak dibiarkan," jelasnya.
Menurut dia, pihak Desa sudah semaksimal mungkin memberikan kenyamanan kepada para peziarah dan sopir bus.
Pihaknya menyadari, Terminal Wisata Sunan Giri menjadi wujud wajah pariwisata Kabupaten Gresik yang penting sehingga memang perlu dukungan.
"Memang perlu komunikasi terhadap instansi seperti Dinas Perhubungan agar perbaikan segera dilakukan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Khusaini, mengungkap keterbatasan anggaran menjadi masalah kenapa perawatan Terminal Wisata Sunan Giri Gresik belum maksimal.
"Kita melihat anggaran keuangan daerah," ungkap dia.
Sebelumnya video berdurasi singkat yang menyebar luas, sopir bus secara eksplisit menunjukkan karcis parkir bertarif Rp150.000 per unit.
Namun, mahalnya biaya tersebut ironisnya tidak diimbangi dengan sarana prasarana yang layak. Sorotan utama tertuju pada kondisi area parkir terminal yang terlihat kumuh, kotor, dan dipenuhi kubangan air besar. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

