Minta Gaji Naik Rp500 Ribu, Perangkat RT/RW di Nganjuk Ancam Demo Besar

Puluhan perwakilan RT dan RW Nganjuk mendatangi DPRD, menuntut kenaikan insentif dari Rp100 ribu menjadi Rp500 ribu. DPRD janji bahas bersama eksekutif.

27 Aug 2025 - 14:12
Minta Gaji Naik Rp500 Ribu, Perangkat RT/RW di Nganjuk Ancam Demo Besar
Puluhan perwakilan RT dan RW Nganjuk menyampaikan tuntutan kenaikan insentif di kantor DPRD, Rabu (27/8/2025). (Foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJPPuluhan perwakilan rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) se-Kabupaten Nganjuk mendatangi kantor DPRD, Rabu (27/8/2025), menuntut kenaikan insentif perangkat yang dinilai tidak layak.

Mereka menilai, insentif saat ini tidak sebanding dengan beban kerja sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Aliansi perwakilan RT dan RW itu mendesak kejelasan dari wakil rakyat terkait tuntutan kenaikan.

Ketua Aliansi RT dan RW, Sutriono, mengatakan, besaran insentif sebesar Rp100 ribu per bulan belum cukup menopang tugas mereka, apalagi jumlah tersebut masih dipotong pajak rutin.

“Kami hanya ingin minta kenaikan gaji RT dan RW se-Nganjuk, dibandingkan dengan beban kerja yang semakin besar,” ujar Sutriono.

Sutriono menyebutkan, ada sekitar 50 perwakilan dari seluruh kecamatan hadir di DPRD. Jumlah anggota yang tergabung dalam aliansi mencapai ribuan orang dan sulit dihitung pasti.

“Kami datang ke sini hanya minta kepastian. Kalau tidak ada, kami akan melakukan aksi demo besar-besaran. Kami sampaikan tunggu komando. Kalau tidak, terpaksa kita melakukan aksi,” bebernya.

Menurut dia, permintaan yang diajukan sederhana, yakni menaikkan insentif perangkat RW sebesar Rp500 ribu per bulan. Nilai tersebut dianggap sebanding dengan beban kerja mereka saat ini.

“Gaji per bulan Rp100 ribu. Belum dipotong pajak. Mana cukup? Kami minta kenaikan Rp500 ribu. Kalau tidak ada kesepakatan, ya kami akan demo besar-besaran,” tambah Sutriono dengan tegang.

Wakil Komisi I DPRD Nganjuk, Ani Rahayu, menyatakan pihaknya telah menerima surat tuntutan perwakilan RT dan RW sejak 14 Agustus. Namun pembahasan belum dilakukan karena bertepatan rapat paripurna.

“Kami menerima kedatangan para aliansi RT dan RW dan berjanji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui pembahasan bersama eksekutif. Karena hari ini bersamaan paripurna pembahasan KUA dan PPAS, kita jadwalkan ulang,” kata legislator PDIP itu. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow