Menuai Hujatan, Siwon Super Junior Hapus Postingan Belasungkawa untuk Charlie Kirk

Siwon Super Junior menuai hujatan setelah mengunggah belasungkawa untuk aktivis konservatif Amerika, Charlie Kirk. Unggahan tersebut akhirnya dihapus beberapa jam kemudian akibat serangan netizen.

13 Sep 2025 - 08:58
Menuai Hujatan, Siwon Super Junior Hapus Postingan Belasungkawa untuk Charlie Kirk
Choi Siwon unggah belasengkawa untuk Charlie Kirk, lalu hapus usai dikritik netizen; Kirk tewas ditembak saat debat di AS. (Istimewa)

JAKARTA, SJP – Anggota boyband Super Junior, Choi Siwon, menuai sorotan publik setelah membagikan unggahan belasungkawa untuk aktivis politik konservatif asal Amerika Serikat, Charlie Kirk, yang meninggal dunia pada 10 September 2025. Namun, unggahan itu tak bertahan lama dan akhirnya dihapus setelah dihujani kritik dari netizen.

Pada 11 September 2025, Siwon sempat mengunggah foto Charlie Kirk dengan ilustrasi salib dan tulisan “REST IN PEACE CHARLIE KIRK.” Unggahan itu turut disertai lagu rohani Rescue milik penyanyi Kristen asal AS, Lauren Daigle.

Tak hanya itu, Siwon juga membagikan foto Kirk bersama keluarganya, lengkap dengan kutipan ayat Alkitab: “Well done, good and faithful servant” (Bagus sekali, hamba yang baik dan setia).

Namun, hanya berselang beberapa jam, seluruh unggahan tersebut dihapus. Media Korea, Chosun, melaporkan pada Jumat (12/9/2025) bahwa penghapusan itu diduga kuat karena derasnya hujatan dari warganet.

Charlie Kirk sendiri dikenal luas sebagai pendiri organisasi konservatif Turning Point USA, sekaligus tokoh penting dalam mendukung kembalinya Donald Trump ke kancah politik. Kirk juga dikenal vokal memperjuangkan nilai-nilai konservatif dan iman Kristen.

Pada awal September 2025, ia bahkan sempat menghadiri acara Build Up Korea 2025 di Seoul yang mengusung tema nilai Kristen, demokrasi liberal, dan aliansi Korea Selatan–Amerika Serikat.

Kirk meninggal setelah ditembak saat menghadiri debat di Utah Valley University, Amerika Serikat. Peluru mengenai lehernya ketika ia tengah menjawab pertanyaan seputar pelaku penembakan massal di AS. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong. Polisi sempat mengamankan pelaku di lokasi, namun kemudian dibebaskan setelah penyelidikan.

Sebagai bentuk penghormatan, mantan Presiden Donald Trump memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang hingga 14 September 2025. (**)

Editor: Rizqi Ardian 

Sumber: Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow