Kebiasaan Makan Daging Olahan Bisa Picu Demensia Lebih Cepat
Studi 15 tahun mengungkap konsumsi daging olahan dan minuman manis mempercepat munculnya demensia dan penyakit kronis. Pola makan sehat seperti Mediterranean dan MIND diet terbukti melindungi.
JAKARTA, SJP – Pola makan yang tinggi daging olahan dan minuman manis berkarbonasi terbukti mempercepat munculnya demensia serta berbagai penyakit kronis lain. Fakta ini terungkap dalam studi berskala besar yang berlangsung selama 15 tahun dengan melibatkan hampir 2.500 lansia.
Para peneliti menemukan, mereka yang gemar mengonsumsi daging merah, bacon, sosis, serta minuman manis, lebih cepat mengalami gangguan otak maupun jantung dibandingkan kelompok dengan pola makan sehat. Sebaliknya, pola makan ala Mediterranean diet—yang menekankan konsumsi sayur, buah, ikan, kacang, minyak zaitun, serta rendah daging merah—terbukti melindungi tubuh dari berbagai penyakit degeneratif.
Selain itu, terdapat pola makan sehat lain yang juga diakui bermanfaat, salah satunya MIND diet. Pola makan ini merupakan kombinasi antara Mediterranean diet dan DASH diet yang dirancang untuk menurunkan tekanan darah. Fokus utamanya adalah sayuran hijau, buah beri, serta pembatasan gorengan dan makanan manis.
Sementara itu, sistem penilaian gizi Alternative Healthy Eating Index (AHEI) dari Harvard juga menegaskan hal serupa. Pola makan kaya buah, sayuran, kacang, dan lemak sehat, serta rendah daging olahan dan minuman manis, mendapat skor tinggi dan terbukti memperlambat penumpukan penyakit kronis seiring bertambahnya usia.
Sebaliknya, pola makan Empirical Dietary Inflammatory Index (EDII) yang sarat daging merah, makanan olahan, dan minuman manis, justru dikaitkan dengan percepatan munculnya beragam penyakit.
Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Nature Aging dengan data diambil dari Swedish National Study on Aging and Care in Kungsholmen (SNAC–K). Rata-rata peserta berusia 71 tahun saat studi dimulai, dengan lebih dari separuhnya perempuan. Selama 15 tahun, kondisi kesehatan mereka dipantau melalui kuesioner makanan dan catatan medis.
“Para peneliti tidak hanya melihat penyakit tunggal, tetapi juga multimorbiditas atau jumlah total penyakit kronis yang diderita seseorang, mulai dari demensia, jantung, Parkinson, diabetes, kanker, depresi, hingga osteoporosis,” tulis Dailymail, Jumat (12/9/2025).
Hasil akhir menunjukkan, mereka yang menjalani pola makan sehat rata-rata memiliki dua hingga tiga penyakit kronis lebih sedikit dibanding kelompok dengan pola makan buruk. Meski begitu, faktor diet ternyata tidak banyak memengaruhi penyakit sendi terkait usia, seperti radang sendi (arthritis). (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

