MBG Jadi Motor Ekonomi Desa, BUMDes Alaika Putra Siap Suplai Bahan Pangan untuk SPPG Sumberkalong Bondowoso

Program Makan Bergizi Gratis di Bondowoso membuka peluang ekonomi desa. BUMDes Sumberkalong menyuplai bahan pangan MBG dan menyiapkan rencana pertanian untuk menggerakkan ekonomi warga.

27 Dec 2025 - 18:14
MBG Jadi Motor Ekonomi Desa, BUMDes Alaika Putra Siap Suplai Bahan Pangan untuk SPPG Sumberkalong Bondowoso
Para pekerja di BUMDes Alaika Putra saat memproduksi bakso ayam, yang dipesan oleh SPPG Sumberkalong sebagai makanan pendamping Makan Bergizi Gratis (MBG) (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa tak hanya berbicara soal pemenuhan gizi, tetapi juga membuka peluang besar bagi pergerakan ekonomi desa. 

Di Desa Sumberkalong, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, peluang itu mulai ditangkap serius oleh pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Di balik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberkalong, ada denyut usaha warga yang pelan tapi pasti bergerak. BUMDes Alaika Putra Desa Sumberkalong menjadi salah satu aktor penting yang menopang suplai bahan makanan pendamping MBG.

Aneka produk olahan kini dihasilkan untuk dipasok ke SPPG setempat, dengan memperhatikan kualitas, gizi, kebersihan dan takaran sesuai dengan standarifikasi yang dikeliarkan oleh ahli gizi SPPG.

Kepala Desa Sumberkalong, Surawi, menegaskan bahwa MBG dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat jika dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan untuk SPPG merupakan peluang nyata bagi petani, peternak, hingga pelaku usaha desa.

“BUMDes harus memanfaatkan potensi ini untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Program MBG ini memerlukan penyediaan produk olahan yang berasal dai daging ayam, tahu, telur, sayur-sayuran, dan kebutuhan lainnya,” ujar Surawi, Sabtu (27/12/2025).

Kades yang kembali dilantik pada Agustus 2025 itu juga mendorong peran aktif Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang saat ini dalam proses pembangunan, agar tidak sekadar menjadi penonton. 

Ia menilai koperasi memiliki posisi strategis untuk menjembatani petani dan peternak dengan kebutuhan dapur MBG.

“Koperasi Merah Putih bisa menjalin kerja sama dengan petani dan peternak untuk memasok kebutuhan MBG,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, BUMDes Alaika Putra di Desa Sumberkalong mulai mengambil peran sebagai penyokong bahan makanan pendamping MBG. Ketua BUMDes, Moch Haris Suhud Yantoni, menyebut, pihaknya telah terlibat langsung dalam penyediaan, bakso ayam, kacang telur dan rolade hingga makanan pendamping lainnya untuk SPPG.

“Semua bahan yang kami siapkan sudah melalui komunikasi dengan ahli gizi. Gramasinya sudah ditentukan. Jadi per siswa itu sudah jelas, di lapangan tinggal menyalurkan sesuai standar,” jelasnya.

Menurutnya, kepercayaan dari PIC dan ahli gizi SPPG menjadi modal penting bagi BUMDes untuk terus berkembang. Saat ini, seluruh produk BUMDes masih difokuskan untuk mendukung program MBG, sembari menata sistem distribusi dan kualitas.

Tak berhenti di situ, BUMDes Sumberkalong juga menyiapkan rencana jangka panjang untuk memperkuat kemandirian pangan desa. Salah satu rencana strategis yang tengah disusun adalah pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif.

“Ke depan, mungkin dalam lima tahun kami merencanakan bertani. Kami sewa lahan, kami proses sampai jadi beras. Rencananya, hasil produksinya akan dijual dengan harga eceran untuk membantu masyarakat,” ungkapnya.

Rencana tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas. 

“Harapannya bisa membantu masyarakat Sumberkalong, dan mudah-mudahan ke depan bisa tembus pasar nasional. Tapi ini masih tahap perencanaan,” tambahnya saat dikonfirmasi di BUMDes Centre, Jalan Trunojoyo RT 6 RW 2 Dusun Krajan, Desa Sumberkalong, Wonosari, Bondowoso.

Dari sisi ekonomi, perputaran uang dari aktivitas UMKM yang dikelola BUMDes juga mulai terasa. Dalam satu kali produksi, nilai bahan yang digunakan bisa mencapai sekitar Rp5 juta dengan estimasi pendapatan sekitar 15 persen per produksi, mengikuti jadwal pengiriman MBG.

“Sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, Koperasi Merah Putih, serta petani dan peternak menjadi kunci agar MBG benar-benar menjadi berkah bagi masyarakat. Karena itu, para petani, Koperasi Merah Putih, maupun BUMDes harus menyiapkan diri dari sekarang,” tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow