Kapolri Bareng Gubernur Jatim Ziarah Makam dan Letakkan Batu Pertama Museum Marsinah di Nganjuk

Usai ziarah, kedua pejabat tersebut bersama-sama melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Rumah Singgah sekaligus Museum Pahlawan Nasional Marsinah yang berlokasi tidak jauh dari makam.

27 Dec 2025 - 19:35
Kapolri Bareng Gubernur Jatim Ziarah Makam dan Letakkan Batu Pertama Museum Marsinah di Nganjuk
Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Gubernur Khofifah ziarah makam Marsinah (Foto: kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Marsinah di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (27/12/2025). 

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah pejabat utama, antara lain Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, serta Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Marsini, kakak kandung Marsinah.

Prosesi ziarah diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Nganjuk, KH Ali Mustofa Said, dilanjutkan dengan taburan bunga secara khidmat oleh Kapolri dan rombongan. Setelah itu, Kapolri juga sempat mengunjungi rumah masa kecil Marsinah.

Usai ziarah, kedua pejabat tersebut bersama-sama melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan rumah singgah sekaligus Museum Pahlawan Nasional Marsinah yang berlokasi tidak jauh dari makam. 

Menurut Kapolri, museum ini dibangun untuk mengenang perjuangan Marsinah sebagai tokoh buruh nasional dan menjadi semangat bagi para buruh untuk terus memperjuangkan hak-haknya.

 "Alhamdulillah baru saja sekaligus kita melaksanakan kegiatan groundbreaking untuk rumah singgah sekaligus museum nasional bagi ibu Marsinah, untuk mengenang beliau sebagai salah satu tokoh nasional dari buruh. Harapan kita, museum ini bisa menjadi semangat yang diwariskan oleh Marsinah kepada kelompok buruh untuk terus memperjuangkan hak-haknya, namun tetap dengan cara yang terukur dan kondusif bagi pembangunan dan iklim investasi," ujar Sigit kepada awak media.

Selain itu, Kapolri juga berharap museum ini bisa menghidupkan pertumbuhan perekonomian di Desa Nglundo, termasuk munculnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bermanfaat bagi masyarakat setempat.

"Nanti akan ada kunjungan dari rekan-rekan buruh seluruh Indonesia, sehingga ini akan menghidupkan UMKM dan desa itu sendiri. Ini adalah aset desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, dan Indonesia bagi teman-teman buruh," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Marsinah lahir pada 10 April 1969 di Nglundo, Nganjuk, dan merupakan aktivis buruh yang dikenal karena perjuangannya dalam membela hak-hak pekerja di Indonesia. Ia ditemukan meninggal dunia pada tahun 1993 setelah memperjuangkan upah layak bagi rekan-rekannya di PT Catur Putra Surya, Sidoarjo, dan kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. (*) 

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow