Mayoritas Netizen Skeptis Reshuffle Kabinet Akan Bawa Perubahan Besar

Mayoritas netizen menilai reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto tidak akan membawa perubahan besar. Riset Continuum Data Indonesia mencatat 64% warganet bernada pesimis, meski ada sebagian yang menilai reshuffle sebagai langkah tepat.

15 Sep 2025 - 22:46
Mayoritas Netizen Skeptis Reshuffle Kabinet Akan Bawa Perubahan Besar
Prabowo Subianto. (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, SJP – Hasil riset Continuum Data Indonesia menunjukkan mayoritas masyarakat menilai reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto tidak akan membawa perubahan signifikan.

Peneliti Continuum Data Indonesia, Wahyu Tri Utomo, mengungkapkan reshuffle yang diumumkan pada 8 September 2025 menuai reaksi beragam di media sosial.

Pemantauan percakapan di TikTok, Twitter/X, YouTube, Facebook, dan Instagram selama 8–9 September mencatat lebih dari 44.000 diskusi publik. Dari jumlah itu, mayoritas bernada negatif.

“Mayoritas netizen skeptis reshuffle akan membawa perubahan signifikan,” kata Wahyu dalam siaran pers, Minggu (14/9/2025) kemarin.

Berdasarkan riset, sekitar 64 persen warganet menilai reshuffle tidak akan membawa perubahan besar. Posisi yang paling banyak dibahas adalah Menteri Keuangan, menyusul pemberhentian Sri Mulyani dan pengangkatan Purbaya Yudhi Sadewa.

Pencopotan Sri Mulyani memunculkan simpati publik, meski kebijakannya terkait pajak juga masih dikritik.

Sementara itu, Purbaya langsung menuai sorotan karena sejumlah pernyataannya dinilai menyinggung publik. Hal ini sedikit mengurangi sentimen positif, meski rekam jejaknya di birokrasi dinilai panjang.

“Netizen juga beranggapan reshuffle menkeu itu terkait upaya untuk menghentikan pengaruh dari geng Solo di pemerintahan,” ujar Wahyu.

Selain posisi menteri keuangan, sejumlah nama lain seperti menteri kehutanan, menteri ESDM, menko pangan, dan menteri HAM turut diperbincangkan, meski sorotan tidak sebesar terhadap menteri keuangan dan menteri koperasi.

Secara keseluruhan, Wahyu menilai ada dua catatan besar dari netizen. Pertama, 64 persen percakapan bernuansa pesimis karena reshuffle dianggap tidak akan membawa perubahan signifikan. Kedua, ada kekhawatiran reshuffle hanya dijadikan ajang bagi-bagi jabatan di lingkar kekuasaan.

Beberapa menteri yang dianggap layak diganti tetapi masih dipertahankan juga menjadi sorotan, seperti Menteri Hukum dan HAM Natalius Pigai serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

“Menkumham dan Kapolri dikaitkan dengan peristiwa demonstrasi rusuh beberapa waktu lalu yang dinilai memunculkan potensi pelanggaran HAM,” ungkap Wahyu.

Meski mayoritas bernada negatif, sekitar 3 persen netizen menilai reshuffle sebagai langkah positif Presiden. Mereka mengapresiasi pencopotan sejumlah tokoh yang dinilai tidak maksimal, dengan harapan penggantinya bisa bekerja lebih baik.

Salah satu yang banyak dibicarakan adalah Menteri Koperasi Budi Arie. Sekitar 90 persen warganet menilai pencopotannya sudah tepat karena kasus judi online dan kinerja yang dianggap kurang memuaskan. (**)

Editor: Rizqi 

Sumber: Beritasatu,com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow