Mayat Perempuan di Sungai Mojokerto Ternyata Warga Jombang, Polisi Sebut Bukan Korban Pembunuhan
Berdasarkan keterangan saksi dari pihak keluarga, kepolisian menduga korban mengalami tekanan psikologis atau depresi sebelum insiden terjadi. Hal ini memperkuat kesimpulan sementara bahwa tidak ada unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
KOTA MOJOKERTO, SJP - Misteri penemuan jasad perempuan yang mengapung di aliran Sungai Brantas, Kota Mojokerto, akhirnya menemui titik terang.
Kepolisian Resor (Polres) Mojokerto Kota berhasil mengidentifikasi korban sebagai Endri Lukitasari (34), warga Dusun Tanggungan, Desa Tanggung Kramat, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.
Identitas korban terungkap setelah tim Inafis dan penyidik Satreskrim Polres Mojokerto Kota melakukan pemeriksaan biometrik menggunakan perangkat Mobile Automated Multi Biometric Identification System (MAMBIS).
Proses identifikasi dilakukan di kamar jenazah RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo, Senin (5/1/2026).
Kanit II Satreskrim Polres Mojokerto Kota, Iptu Muklisin, mengonfirmasi hasil identifikasi tersebut. Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan fisik awal, tim medis tidak menemukan adanya indikasi kekerasan pada tubuh korban.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Setelah identitas dipastikan, kami segera berkoordinasi dengan perangkat desa serta pihak keluarga korban," ujar Iptu Muklisin, Senin (5/1/2026).
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa korban dilaporkan meninggalkan rumah sejak Sabtu (3/1/2026) dini hari.
Pihak keluarga sempat melakukan upaya pencarian mandiri dan melaporkan kehilangan anggota keluarganya kepada perangkat desa setempat sebelum mendapat kabar penemuan jasad ini.
Berdasarkan keterangan saksi dari pihak keluarga, kepolisian menduga korban mengalami tekanan psikologis atau depresi sebelum insiden terjadi. Hal ini memperkuat kesimpulan sementara bahwa tidak ada unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
"Kami menduga korban mengalami depresi hingga akhirnya masuk ke aliran sungai dan terbawa arus hingga ke wilayah Mojokerto," lanjut Muklisin.
Keluarga korban yang hadir di RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah.
Mereka juga telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak melakukan penuntutan di kemudian hari. Jenazah kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Sebelumnya, warga Kota Mojokerto digegerkan dengan penemuan jasad perempuan tanpa identitas pada Ahad (4/1/2026).
Jasad tersebut pertama kali terpantau warga di kawasan Dam Pageruyung, Kecamatan Gedeg, sekitar pukul 10.00 WIB.
Arus sungai yang deras membawa jasad tersebut hingga ke area jogging track di Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, lokasi di mana petugas akhirnya berhasil melakukan evakuasi. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

