Marak ODGJ Liar, Dinsos Gresik Tangani 160 Kasus

Laporan terkait ODGJ liar ini tidak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Gresik. Ada pula kasus dari luar daerah seperti Lamongan, Kediri, hingga Jember yang masuk melalui kanal pengaduan.

17 Dec 2025 - 20:39
Marak ODGJ Liar, Dinsos Gresik Tangani 160 Kasus
Foto: Petugas mengamankan ODGJ di Gresik. (Foto: Istimewa)

GRESIK, SJP - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik menyebut banyaknya pengaduan orang terlantar kategori orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) sepanjang Januari - Desember 2025. Jumlah aduan itu sudah tertangani sebanyak 160 ODGJ. 

"Selama tahun 2025, laporan pengaduan terkait ODGJ mencapai 160 kasus. Setelah dilakukan asesmen awal, mereka kami rujuk ke rumah sakit yang menangani gangguan jiwa. Banyak di antaranya yang sudah dinyatakan membaik dan dikembalikan kepada keluarga," kata Pekerja Sosial Ahli Muda Dinsos Kabupaten Gresik, Alfi Arianto, Rabu (17/12/2025).

Alfi menyampaikan, dari total kasus yang ditangani, sebanyak 95 ODGJ telah dirujuk ke layanan rehabilitasi sosial dan rumah sakit jiwa (RSJ).

Ia menyebut, beberapa ODGJ menjalani perawatan di RSJ Menur, sementara lainnya ditempatkan di unit rehabilitasi sosial sesuai kebutuhan. 

Apabila ODGJ dinyatakan stabil dan membaik akan dipulangkan ke masing-masing keluarganya. 

"Sebanyak 16 orang ODGJ sudah kami kembalikan ke pihak keluarga setelah hasil asesmen menyatakan mereka cukup stabil. Proses pemulangan ini tetap disertai edukasi kepada keluarga agar mampu mendampingi secara berkelanjutan," jelasnya.

Alfi menambahkan, laporan terkait ODGJ liar ini tidak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Gresik. Ada pula kasus dari luar daerah seperti Lamongan, Kediri, hingga Jember yang masuk melalui kanal pengaduan. 

Setelah dilakukan penanganan dan perawatan, pasien yang berasal dari luar daerah tersebut dipulangkan ke alamat asalnya atau dijemput langsung oleh pihak keluarga.

Selain ODGJ, Dinsos Gresik juga menyelesaikan 6 anak dalam kasus pencurian. Mereka mencuri di pelabuhan Gresik, juga ada di pelabuhan Petrokimia Gresik. 

"Yang lebih sulit dalam penanganan penyandang disabilitas, orang gangguan jiwa adalah yang memiliki postur dan berat badan di atas rata-rata. Sehingga para petugas harus ekstra hati-hati dalam melakukan eksekusinya," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow