Mandiri Bahan Baku: Strategi Petrokimia Gresik Hadapi Krisis Sulfur Global

Melalui pabrik asam sulfat dengan kapasitas produksi mencapai 1,8 juta ton per tahun yang terintegrasi dengan proses produksi pupuk dan produk kimia lainnya, Petrokimia Gresik memastikan pengamanan pasokan bahan baku melalui penguatan supply chain dan optimalisasi kapasitas produksi domestik.

01 Apr 2026 - 20:21
Mandiri Bahan Baku: Strategi Petrokimia Gresik Hadapi Krisis Sulfur Global
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, saat menjadi pembicara dalam konferensi internasional Argus Fertilizer Asia Conference 2026 di Bali, Selasa (31/3/2026). (Foto:/istimewa)

GRESIK, SJP - Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia memperkuat strategi pengamanan pasokan sulfur sebagai komoditas strategis bagi industri pupuk dan kimia nasional di tengah dinamika geopolitik di Timur Tengah.

Melalui pabrik asam sulfat dengan kapasitas produksi mencapai 1,8 juta ton per tahun yang terintegrasi dengan proses produksi pupuk dan produk kimia lainnya, Petrokimia Gresik memastikan pengamanan pasokan bahan baku melalui penguatan supply chain dan optimalisasi kapasitas produksi domestik.

"Kami memiliki fasilitas pengolahan sulfur menjadi asam sulfat yang terintegrasi dengan proses produksi pupuk dan produk kimia. Melalui fasilitas ini, Petrokimia Gresik juga berkontribusi pada penguatan pasokan bahan baku industri dalam negeri," kata Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).

Daconi mengatakan, fasilitas pengolahan sulfur menjadi asam sulfat sangat penting untuk menjaga ketahanan industri pupuk dan kimia nasional. Mengingat sulfur dan asam sulfat merupakan bahan baku utama dalam produksi pupuk fosfat dan NPK, serta digunakan dalam berbagai industri seperti pengolahan logam, pengolahan air, dan industri kimia lainnya.

Ia menambahkan, saat ini Indonesia menjadi pusat permintaan global untuk sulfur yang didorong oleh kebijakan hilirisasi mineral. Ekspansi rantai pasok baterai nikel seiring pertumbuhan produksi baterai kendaraan listrik (EV) juga turut serta meningkatkan kebutuhan sulfur.

"Terutama untuk proses high-pressure acid leaching (HPAL) yang menggunakan asam sulfat dalam jumlah besar, serta penerapan regulasi lingkungan yang semakin ketat yang meningkatkan kebutuhan pengolahan berbasis sulfur," jelasnya. 

Daconi menegaskan bahwa di tengah dinamika global saat ini, fokus utama Petrokimia Gresik adalah menjaga stabilitas pasokan dan produksi agar kebutuhan pupuk nasional tetap dapat terpenuhi dengan baik sebagai bagian dari mendukung swasembada pangan nasional.

Petrokimia Gresik melakukan sejumlah langkah strategis, antara lain diversifikasi sumber pasokan sulfur, penguatan kontrak jangka panjang untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, serta penguatan infrastruktur penyimpanan dan distribusi bahan baku. 

Diketahui, kebutuhan asam sulfat nasional terus meningkat dan saat ini mencapai sekitar 19 juta ton per tahun, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor pupuk dan industri hilirisasi mineral, khususnya nikel. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat permintaan sulfur dunia, sehingga sulfur menjadi komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan ketahanan industri nasional. (**)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow