Maling Ayam Beraksi saat Cek Sound Karnaval, Warga Jombang Harap Aparat Desa Tanggap
Warga nonton cek sound, maling nonton ayam. Dalam gelap, delapan ekor hilang tanpa jejak. Keamanan? Mungkin ikut karnaval juga. Untung cuma ayam, belum sapi atau kotak amal musala.
JOMBANG, SJP — Delapan ekor ayam milik Albi (23), warga Dusun Bandung Krajan, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, raib digondol pencuri saat gelaran cek sound menjelang karnaval desa, Sabtu (2/8).
Aksi pencurian diduga terjadi dini hari antara pukul 02.00 hingga 03.00 WIB saat suasana lingkungan sudah lengang usai kegiatan hiburan warga. Kandang ayam berada di samping rumah dan tak jauh dari lokasi parkir kendaraan warga.
“Sampai jam setengah sebelas malam, ayam saya masih lengkap delapan ekor. Tapi sekitar jam setengah dua saya sempat terbangun, dengar suara grusuk-grusuk. Saya kira cuma tikus. Enggak nyangka ternyata ayam saya diambil orang,” ujar Albi.
Akses jalan menuju kandang seharusnya ditutup, namun malam itu terbuka. Hal itu membuka peluang pelaku masuk dengan mudah. Sekitar pukul 05.30 WIB, ayam sudah tidak ada di kandang. Ayah Albi yang pertama kali menyadari kehilangan saat hendak salat Subuh ke musala.
“Dari delapan yang hilang, dua ayam jago, satu indukan, sisanya ayam broiler. Rencananya mau dipotong buat acara 100 harian almarhum kakek saya,” tuturnya.
Kerugian ditaksir mencapai Rp650 ribu hingga Rp700 ribu karena beberapa ayam broiler sudah berbobot lebih dari 2 kilogram. Ini merupakan kejadian pencurian kedua yang dialami Albi.
“Total sudah dua kali ayam saya dicuri. Makanya yang tersisa waktu itu akhirnya dijual saja oleh bapak,” tambahnya.
Dugaan sementara, pelaku berjumlah dua orang pria. Salah satunya bertubuh tinggi dan diduga berasal dari sekitar desa. Namun, tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.
Tak hanya Albi, kandang ayam lain di Dusun Bandung Sari juga sempat jadi sasaran. Bahkan pagar kandang diketahui telah digergaji. Hingga kini belum diketahui siapa pemiliknya dan jumlah ayam yang hilang.
Selain hewan ternak, sebuah baju milik ibu Albi juga hilang. Baju tersebut diduga digunakan pelaku untuk menutupi ayam saat menjalankan aksinya.
Albi berharap ada tindakan nyata dari aparat desa maupun pihak berwenang agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Harapan saya aparat desa bisa lebih tanggap. Jangan sampai nunggu warga marah dulu. Ini juga jadi harapan besar kami kepada Bapak Bupati Jombang Warsubi, agar kasus pencurian seperti ini juga dapat perhatian. Karena masyarakat kecil pun berhak merasa aman,” tandasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

