Makam Gus Dur di Jombang Dipadati Peziarah Pasca Pengukuhan Pahlawan Nasional

Penetapan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional dinilai oleh masyarakat luas sebagai bentuk penghormatan yang sudah selayaknya diberikan, mengingat rekam jejaknya.

10 Nov 2025 - 17:29
Makam Gus Dur di Jombang Dipadati Peziarah Pasca Pengukuhan Pahlawan Nasional
Makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di kompleks Pemakaman Ponpes Tebuireng, Jombang. (Foto: Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP – Gelombang peziarah memadati Kompleks Makam Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menyusul pengukuhan almarhum Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sebagai Pahlawan Nasional. 

Arus kunjungan terpantau tidak terhenti sejak pagi hingga menjelang Zuhur pada Senin (10/11/2025), di mana para peziarah bergantian datang untuk berdoa dan mengenang tokoh yang dijuluki Bapak Pluralisme tersebut.

Ribuan peziarah dari berbagai daerah, termasuk rombongan pemuda, santri, hingga jamaah dari Indramayu, Jawa Barat, serta berbagai wilayah di Jawa Timur, terlihat memadati kawasan makam.

Penetapan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional dinilai oleh masyarakat luas sebagai bentuk penghormatan yang sudah selayaknya diberikan, mengingat rekam jejaknya.

"Menurut saya bagus, beliau memang layak disebut pahlawan. Banyak jasanya untuk Indonesia, orangnya jujur, bersih, dan penuh keteladanan," ujar Rakja (32), peziarah asal Indramayu, Jawa Barat, usai berziarah.

Kebanggaan serupa diungkapkan oleh Qoni’ah, Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Blitar, yang rutin membawa murid-muridnya berziarah ke makam Gus Dur setiap tahun. 

Ia menyatakan kebanggaannya karena tokoh yang selama ini menjadi teladan di sekolahnya akhirnya mendapat pengakuan nasional.

"Ini momentum bersejarah. Gus Dur bukan hanya tokoh NU, tapi juga pejuang bagi demokrasi dan kemanusiaan. Beliau membela kaum lemah, memperjuangkan minoritas, dan menanamkan nilai keberagaman," kata Qoni’ah.

Ia menekankan bahwa keteladanan Gus Dur terletak pada sikap istiqamah dan pemikiran yang inklusif. 

"Beliau mengayomi semua pihak, tidak hanya membela yang besar, tapi minoritas juga dibela. Inilah yang membuat Gus Dur dicintai semua golongan dan sangat penting untuk dipelajari generasi muda, khususnya dalam hal kepedulian terhadap demokrasi," jelasnya.

Secara resmi, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur dalam upacara di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (10/11/2025). 

Gelar tersebut diserahkan langsung kepada istri almarhum, Sinta Nuriyah, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 yang ditetapkan pada 6 November 2025.

Dalam pembacaan Keppres, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas jasa luar biasa para tokoh dalam memperjuangkan persatuan dan kesatuan bangsa. Gus Dur diakui atas kiprahnya di bidang perjuangan politik dan pendidikan Islam, serta kontribusinya terhadap demokrasi dan pluralisme di Indonesia.

"KH. Abdurrahman Wahid adalah tokoh bangsa yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme," ujar narator dalam upacara tersebut.

Selain Gus Dur, pemerintah juga menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sembilan tokoh lainnya. 

Bagi masyarakat Jombang, pengukuhan ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena Gus Dur bukan hanya tokoh nasional, melainkan juga bagian dari sejarah besar Pesantren Tebuireng yang merupakan simbol peradaban Islam dan perjuangan intelektual di Indonesia. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow