Longsor Desa Taji Jabung Malang Mulai Ditangani PU Bina Marga, Target Rampung 5 Bulan

Longsor di akses Desa Taji Jabung mulai ditangani PU Bina Marga Kabupaten Malang. Perbaikan jalan dan plengsengan ditargetkan rampung sekitar lima bulan.

11 Mar 2026 - 20:17
Longsor Desa Taji Jabung Malang Mulai Ditangani PU Bina Marga, Target Rampung 5 Bulan
Bupati Malang bersama Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang dan jajaran saat meninjau lokasi longsor di akses menuju Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

MALANG, SJP – Penanganan jalan longsor di akses menuju Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang mulai dilakukan. Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga menargetkan perbaikan infrastruktur tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima bulan.

Longsor terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kecamatan Jabung. Tanah penahan jalan arah masuk menuju Desa Taji ambrol sekitar pukul 21.30 WIB, Sabtu (28/2/2026), hingga menggerus badan jalan sepanjang kurang lebih 15 meter.

Akibatnya, lebar jalan sempat tersisa sekitar dua meter. Untuk sementara dilakukan pelebaran darurat agar akses kendaraan roda empat (R4) masih dapat melintas dengan hati-hati.

Bupati Malang Sanusi saat mengunjungi pekan lalu menyampaikan bahwa penanganan longsor tersebut kini sudah ditangani melalui Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang dengan harapan akses jalan bisa segera pulih kembali.

Ia juga menjelaskan bahwa sebenarnya ruas jalan menuju Desa Taji telah masuk dalam rencana penganggaran tahun 2026.

Dalam keterangan resminya, bupati menyampaikan, anggaran sudah tersedia tinggal pelaksanaan. Namun kejadian tanah longsor ini terjadi lebih dulu. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp300 juta untuk plengsengan dan Rp500 juta untuk perbaikan jalan.

Selain penanganan longsor di Desa Taji, Pemerintah Kabupaten Malang juga berencana melakukan pembenahan jalan rusak di Desa Sukopuro serta beberapa titik lain di wilayah Kecamatan Jabung.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menjelaskan longsor terjadi karena material tanah dari bagian atas jalan menutup jalur drainase sehingga aliran air hujan menggerus badan jalan.

“Setelah kami lakukan peninjauan, longsor ini dipicu adanya longsoran dari atas yang menutup drainase. Air hujan kemudian menggerus badan jalan hingga terjadi kerusakan,” jelasnya, belum lama ini.

Ia menambahkan, penanganan darurat mulai dilakukan dengan pemasangan sesek bambu serta sandbag berisi material sebagai penahan sementara sebelum pekerjaan konstruksi lanjutan.

“Kita akan menangani dengan segera, mulai hari ini sudah mulai bekerja dan minimal besok sudah mulai terpasang sesek bambu terlebih dahulu. Diperkirakan penanganan ini akan selesai dalam waktu sekitar lima bulan,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan sesek bambu dinilai lebih efektif dibandingkan bronjong untuk kondisi lokasi saat ini karena dapat dipadukan dengan sandbag berisi pasir, sirtu, serta sedikit tanah agar vegetasi dapat tumbuh sebagai penguat alami.

“Untuk sementara tidak menggunakan bronjong. Sesek bambu dipadukan dengan sandbag yang diisi material pasir, sirtu, dan sedikit tanah agar vegetasi bisa tumbuh di area tersebut,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow