Polisi dan Perguruan Silat di Nganjuk Ikrar Jaga Keamanan
Pertemuan tersebut juga menghasilkan komitmen bersama yang bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Nganjuk agar tetap kondusif.
NGANJUK, SJP - Kasus yang dilakukan oleh oknum perguruan silat di Trenggalek akhir pekan lalu, menjadi catatan khusus Polres Nganjuk dengan mengundang seluruh pimpinan dan pengurus perguruan silat.
Bertajuk silaturahmi dengan seluruh perguruan silat di Bumi Empu Sendok, Kapolres Nganjuk AKBP Siswantoro, juga mengundang Ketua DPRD Nganjuk, Ketua IPSI dan para pejabat utama Polres Nganjuk di Aula Polres setempat, Kamis, (5/2/2025) pukul 09.00 WIB.
Menurut Kapolres Nganjuk, pertemuan tersebut juga menghasilkan komitmen bersama yang bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Nganjuk agar tetap kondusif.
“Kami berkomitmen menjaga persaudaraan, menghindari konflik, dan tidak terlibat dalam tindak pidana seperti pengeroyokan, perusakan, maupun provokasi antar anggota perguruan silat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Nganjuk AKBP Siswantoro menyampaikan pentingnya peran perguruan pencak silat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban.
“Pencak silat adalah warisan luhur yang harus kita jaga dengan penuh kearifan. Melalui forum ini, mari kita perkuat persaudaraan dan saling menghormati agar situasi di Nganjuk tetap kondusif,” ujarnya.
Sementara, Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono, menegaskan, prestasi pencak silat harus diiringi dengan sikap disiplin dan tanggung jawab.
“Pencak silat telah membawa banyak prestasi bagi Nganjuk, tetapi kita tidak boleh menutup mata terhadap oknum yang merusak citra pencak silat. Forum ini menjadi kesempatan bagi kita untuk merumuskan langkah-langkah agar Nganjuk tetap aman dan damai,” ungkapnya.
Senada disampaikan, Ketua Harian IPSI Nganjuk Harsono menegaskan, pencak silat adalah identitas budaya yang harus dijaga bersama.
“Kita semua adalah saudara dalam satu wadah IPSI. Tidak ada yang lebih hebat atau lebih rendah, karena pencak silat mengajarkan sikap rendah hati dan saling menghormati. Jangan sampai warisan budaya ini justru menjadi pemicu perpecahan,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, seluruh peserta FGD membacakan dan menandatangani ikrar bersama untuk menjaga Kamtibmas, menolak aksi anarkis, serta memastikan setiap kegiatan perguruan pencak silat berjalan sesuai aturan.
Forum ini ditutup dengan pemakaian rompi Jogo Nganjuk secara simbolis sebagai tanda kesiapan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nganjuk. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

