BPBD Kota Mojokerto Ajak Generasi Muda Perkuat Literasi Mitigasi Bencana

Kegiatan strategis ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara BPBD Kota Mojokerto, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Mojokerto, dan berbagai organisasi pecinta alam tingkat sekolah se-Mojokerto Raya.

24 Jan 2026 - 17:49
BPBD Kota Mojokerto Ajak Generasi Muda Perkuat Literasi Mitigasi Bencana
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Mojokerto, Ganesh Pressiatantra saat memberikan paparan edukasi literasi bencana. (Syaiful/SJP)

KOTA MOJOKERTO, SJP — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mojokerto terus masif menginisiasi penguatan mitigasi bencana sejak dini. 

Mengusung tema 'Pelatihan Harus Mendahului Bencana', BPBD menggelar sosialisasi dan pembinaan khusus yang menyasar puluhan siswa serta atlet panjat tebing di wilayah Mojokerto.

Kegiatan strategis ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara BPBD Kota Mojokerto, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Mojokerto, dan berbagai organisasi pecinta alam tingkat sekolah se-Mojokerto Raya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Mojokerto, Ganesh Pressiatantra, menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali para peserta dengan keterampilan dasar kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, baik bencana alam maupun non-alam.

"Filosofi kami jelas, pelatihan harus mendahului bencana. Kami ingin membentuk karakter siswa dan atlet yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga responsif dan memiliki kecakapan dalam menghadapi situasi darurat," ujar Ganesh, Sabtu (24/1/2026). 

Program ini disebutnya selaras dengan peta jalan BPBD dalam mewujudkan Slsekolah aman bencana serta penguatan kapasitas organisasi kemasyarakatan di wilayah Kota Mojokerto. 

Melalui pembinaan ini, diharapkan para peserta mampu menjadi agen edukasi kebencanaan di lingkungan masing-masing.

Keberhasilan agenda ini menjadi pemantik bagi BPBD untuk merancang kegiatan serupa dengan cakupan yang lebih luas. 

Kedepannya, direncanakan sebuah kegiatan berskala regional (Jawa Timur) yang lebih komprehensif.

Rencana tersebut tidak hanya mencakup sosialisasi teori, tetapi juga simulasi langsung penanganan korban dan prosedur penyelamatan.

Selain menggandeng sektor swasta melalui CSR (Corporate Social Responsibility) dan lembaga pemerintah lintas sektoral, kegiatan itu juga melibatkan delegasi dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

Ganesh menandaskan bahwa mitigasi bukan sekadar prosedur, melainkan investasi keselamatan. Partisipasi aktif generasi muda adalah kunci resiliensi sebuah daerah dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.

"Hal ini diambil guna memastikan bahwa kesiapsiagaan bencana menjadi budaya di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda yang memiliki mobilitas tinggi di alam terbuka," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow