Bupati Lamongan Studi Banding ke TPA Ngipik Gresik, Pelajari Pemusnahan Sampah Modern

Melalui sistem pemilahan mesin mutakhir, TPA ini tidak hanya mampu melenyapkan gunungan sampah lama secara cepat, tetapi juga berhasil mengolah limbah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang memiliki nilai jual tinggi.

08 Apr 2026 - 13:40
Bupati Lamongan Studi Banding ke TPA Ngipik Gresik, Pelajari Pemusnahan Sampah Modern
Foto: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima kunjungan studi banding Pemkab Lamongan di TPA Ngipik. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membeberkan besaran investasi modernisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik yang kini menjadi kiblat studi banding pengelolaan sampah bagi berbagai daerah.

Melalui sistem pemilahan mesin mutakhir, TPA ini tidak hanya mampu melenyapkan gunungan sampah lama secara cepat, tetapi juga berhasil mengolah limbah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang memiliki nilai jual tinggi. Selain RDF, pengolahan sampah tersebut menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai urukan tanah.

"Terkait biaya investasi, modernisasi pengelolaan sampah TPA Ngipik ini dilakukan secara bertahap sejak tahun 2023. Mulai pengadaan mesin RDF hingga landfill mining," kata Bupati Yani setelah menerima kunjungan studi banding Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Rabu (8/4/2026).

Yani menerangkan bahwa modernisasi pengelolaan sampah di TPA Ngipik ini berawal dari pengadaan mesin RDF dengan kapasitas 20 ton per hari pada tahun 2023. 

Melalui serangkaian evaluasi, modifikasi mesin dilakukan untuk meningkatkan kapasitas hingga dua kali lipat guna mengurangi volume sampah baru.

Ia melanjutkan, penambahan modernisasi alat dilakukan dengan mendatangkan mesin landfill mining yang berfokus pada penambangan gunungan sampah berusia lebih dari 10 tahun. Hal ini bertujuan mengurangi beban TPA yang sudah melampaui kapasitas (overload).

"Anggarannya sekitar Rp6 miliar dengan kapasitas 25 ton per jam. Meski begitu, modernisasi alat harus memperhatikan perawatan. Kalau dipaksakan terus, pasti mesinnya cepat rusak. Jadi kita perhatikan betul; sampah itu kan isinya beragam, jangan sampai merusak mesin yang beroperasi," paparnya.

Sementara itu, berbagai perwakilan pemerintah daerah datang untuk melakukan studi banding modernisasi pengelolaan sampah ke TPA Ngipik yang dikelola Pemkab Gresik ini, salah satunya Pemkab Lamongan.

"Saya mengapresiasi Pemkab Gresik atas langkah-langkah dalam pengelolaan pemusnahan sampah yang dilakukan secara modern. Kami akan belajar banyak dari tempat ini, terutama kelebihan dari landfill mining yang belum kami laksanakan," ungkap Bupati Lamongan Yuhronur Efendi seusai kunjungannya. (*)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow