Ikon Kertosono Tak Kunjung Direvitalisasi, DPRD Nganjuk Soroti Mandeknya Proyek Jembatan
Jembatan lama Kertosono yang roboh belum mendapat tindak lanjut pembangunan. Komisi III DPRD Nganjuk mendesak pemerintah daerah dan pusat segera mengambil langkah konkret agar akses warga dan ekonomi kembali pulih.
NGANJUK, SJP — Jembatan lama Kertosono atau Treteg Kertosono, yang roboh akibat hujan deras pada Juli 2025, hingga kini belum memiliki kejelasan tindak lanjut pembangunan. Padahal jembatan tersebut merupakan akses vital masyarakat dan ikon kawasan Kutho Kertosono.
Pembongkaran jembatan lama juga sempat terhenti mendadak pada Januari 2025, sehingga menambah tanda tanya publik terkait kelanjutan proyek ini.
Ketua Komisi III DPRD Nganjuk, H. Gondo Hariono, menegaskan hingga hari ini belum ada langkah konkret dari pemerintah daerah maupun pusat.
“Padahal kami sudah dua kali mengusulkan bersama DPUPR. Meskipun sudah ditinjau para pejabat, sampai sekarang belum ada rencana greget atau aksi nyata dari pihak manapun,” ujar Gondo saat ditemui di ruang Fraksi PDIP.
Ia menjelaskan, keberadaan jembatan lama Kertosono sangat penting bagi mobilitas warga, terutama pelajar dan masyarakat yang beraktivitas menggunakan sepeda motor, becak, maupun berjalan kaki. Sebab, bila harus melewati jalan raya besar, risiko kecelakaan lebih tinggi.
“Harapan kami jembatan ini bisa segera direalisasikan. Selain membantu anak-anak sekolah di wilayah sekitar, keberadaannya juga meningkatkan perekonomian Kertosono,” jelasnya.
Mas Gondo kemudian menyinggung sejarah Treteg Kertosono yang menjadi jalur penghubung penting di atas Sungai Brantas antara Kediri dan Kertosono. Menurutnya, jembatan lama tersebut seharusnya bisa dibangun kembali, meski dengan konsep berbeda dan tanpa anggaran besar seperti jembatan utama.
“Replika jembatan lama bisa dihidupkan lagi. Nantinya bisa dikembangkan dengan wisata air atau kuliner khas Kertosono, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia menegaskan, Komisi III DPRD Nganjuk berharap pemerintah daerah maupun pusat segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Meskipun demikian, kami tetap berharap masalah ini cepat terselesaikan dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

