Libur Panjang Dongkrak Wisata Kota Batu, Hampir 300 Ribu Kunjungan Tercatat dalam 18 Hari
Dengan capaian hampir 300 ribu kunjungan hanya dalam kurun waktu 18 hari dan masih berpotensi bertambah hingga berakhirnya masa pemantauan, sektor pariwisata Kota Batu menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Tingginya minat wisatawan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Kota Batu tetap menjadi salah satu destinasi unggulan di Jawa Timur, sekaligus menjadi modal penting bagi pemulihan dan penguatan ekonomi daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan usaha pendukung lainnya.
KOTA BATU, SJP – Rangkaian libur panjang pada akhir Mei 2026 menjadi berkah bagi sektor pariwisata Kota Batu. Dalam kurun waktu 18 hari, jumlah kunjungan wisatawan yang tercatat di berbagai destinasi wisata dan akomodasi berhasil menembus angka hampir 300 ribu orang.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto pada Senin (1/6/2026) mengungkapkan berdasarkan rekapitulasi sementara sejak 13 hingga 31 Mei 2026, total kunjungan wisatawan mencapai 296.993 orang.
“Grand total sementara untuk kunjungan wisatawan, baik yang menginap di hotel maupun yang berkunjung ke daya tarik wisata di Kota Batu, tercatat sebanyak 296.993 kunjungan,” ujarnya.
Lonjakan kunjungan tersebut dipicu oleh sejumlah momentum libur nasional yang berdekatan, mulai dari libur Kenaikan Yesus Kristus, Hari Raya Waisak, hingga Hari Raya Iduladha.
Meski angka kunjungan sudah mendekati 300 ribu wisatawan, Onny menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara. Hingga akhir Mei, laporan yang masuk baru mencakup 45,12 persen dari total pelaku industri pariwisata yang menjadi objek pemantauan Dinas Pariwisata.
“Data yang masuk saat ini masih belum sepenuhnya lengkap karena masih ada pelaku usaha yang belum mengirimkan laporan. Pemantauan dilakukan terhadap 90 usaha akomodasi atau hotel dan 49 daya tarik wisata (DTW) yang tersebar di seluruh wilayah Kota Batu," imbuhnya.
Dari sektor perhotelan, tingkat hunian kamar atau okupansi pada Minggu (31/5) tercatat mencapai 95,94 persen. Sementara secara kumulatif, jumlah wisatawan yang menginap di hotel selama periode pemantauan mencapai 37.778 orang.
“Tingkat okupansi hotel pada hari Minggu mencapai 95,94 persen. Sedangkan total kunjungan wisatawan yang menginap selama periode pemantauan mencapai 37.778 orang,” jelasnya.
Namun, sektor destinasi wisata masih menjadi penyumbang terbesar dalam pergerakan wisatawan. Hingga akhir Mei, total kunjungan ke berbagai objek wisata di Kota Batu mencapai 259.215 orang atau sekitar 87 persen dari total kunjungan yang tercatat.
Menurut Onny, angka tersebut menunjukkan bahwa daya tarik wisata di Kota Batu masih menjadi magnet utama bagi wisatawan yang memanfaatkan momentum libur panjang. Meski demikian, Dinas Pariwisata meyakini jumlah wisatawan yang sebenarnya jauh lebih tinggi dibandingkan angka yang tercatat saat ini.
Pasalnya, laporan tersebut belum memasukkan data kunjungan ke sektor kuliner seperti restoran, rumah makan, dan kafe. Selain itu, wisatawan yang menginap di homestay maupun vila juga belum masuk dalam rekapitulasi karena laporan dari paguyuban pengelola belum diterima.
“Data ini belum termasuk pergerakan wisatawan yang berkunjung ke usaha kuliner maupun yang menginap di homestay dan vila. Jadi potensi jumlah kunjungan sebenarnya masih jauh lebih besar,” ungkap Onny.
Dengan periode pemantauan yang masih berlangsung hingga 5 Juni 2026, Disparta Kota Batu optimistis angka kunjungan wisatawan akan terus bertambah seiring masuknya laporan dari pelaku usaha pariwisata yang belum menyampaikan data.
“Masih ada beberapa hari lagi dan masih banyak laporan yang belum masuk. Kami optimistis jumlah kunjungan akan terus meningkat,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

