Lereng Kelud Panen Berkah, Bazar Durian Sumberasri Blitar Diserbu Warga

Bazar durian di Desa Sumberasri , Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar diserbu warga dari berbagai warga. Kegiatan ini digelar selama dua hari yakni Sabtu-Ahad (24-25/1/2026) dan dikemas dalam pasar hortikultura dan kontes durian se-Karesidenan Kediri.

24 Jan 2026 - 18:51
Lereng Kelud Panen Berkah,  Bazar Durian Sumberasri Blitar Diserbu Warga
Situasi keramaian pengunjung bazar durian di Desa Sumbersari, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. (Foto : Ninda Kinanti)

BLITAR, SJP - Jalan kampung di Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar mendadak berubah menjadi "lautan durian". 

Ratusan pengunjung memadati bazar durian yang digelar warga selama dua hari, yakni Sabtu-Ahad (24-25/1/2026), untuk berburu buah berduri khas lereng Gunung Kelud itu.

Sejak pagi, suasana sudah ramai, pengunjung berkerumum di stand-stand sederhana milik petani lokal. Mereka sibuk memilih durian, menimbang, lalu tak sedikit yang langsung menyantapnya di lokasi.

Sensasi makan durian di bawah pohonnya langsung yang sedang berbuah menjadi daya tarik tersendiri.

"Tahu info ini dari medsos. Memang suka durian dan sengaja kesini sama anak saya. Tadi berangkat dari Udanawu, Kabupaten Blitar," ucap Yayuk, warga Udanawu, Kabupaten Blitar yang merupakan durian lovers, Sabtu (24/1/2026).

Bazar ini memang tak sekedar jualan buah. Sepanjang jalan desa, halaman rumah warga dipenuhi pohon durian yang sedang lebar berbuah, membuat lokasi acara terasa seperti kebun durian alami.

Tak heran, jika Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok kerap disebut sebagai salah satu sentra durian di Kabupaten Blitar.

Harga durian yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp15.000 per buah hingga ratusan ribu, tergantung ukuran dan jenis. Kondisi ini membuat bazar diserbu pembeli dari berbagai daerah.

Ketua Panitia Pasar Hortikultura dan Kontes Durian se-Karesidenan Kediri di Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar Suparno mengatakan, bazar ini menjadi ajang memperkenalkan identitas durian lokal yang selama ini kalah pamor dibanding durian luar daerah.

"Durian lokal sebenarnya punya kualitas bagus. Lewat bazar dan kontes durian, kami ingin mengangkat brand durian lokal dari wilayah se-Karesidenan Kediri," ujarnya saat ditemui, Sabtu (24/1/2026).

Pada hari kedua pelaksanaan, Ahad (26/1/2026), panitia menggelar kontes durian yang diikuti petani dari berbagai daerah. Ajang ini diharapkan mampu mendongkrak nilai jual durian lokal, apalagi sudah ada contoh keberhasilan durian lokal Sumberasri yang disebut "Upin-Ipin".

Dulu, durian tersebut hanya dihargai sekitar Rp20.000 per buah. Setelah menjuarai kontes dan memiliki sertifikat, kini harganya  bisa menembus Rp150.000 per buah.

Menurut Eko, kualitas durian Sumberasri tak lepas dari pengaruh tanah vulkanik Gunung Kelud. Selain perawatan pohon relatif mudah karena sebagian besar pohon yang sudah berusia di atas 10 tahun tetap produktif meski minim perawatan.

"Disini hampir setiap rumah punya pohon durian. Itulah kekuatan desa kami," katanya.

Antusiasme pengunjung dan petani disebut sangat tinggi, terlebih di tengah kondisi beberapa daerah lain yang mengalami gagal panen musim ini. Bagi warga Sumberasri, musim durian bukan hanya soal panen buah, tapi juga panen berkah ekonomi. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow