Ledakan Elpiji 12 Kg Lukai Lansia di Blitar, Polisi: Sehari sebelumnya Tercium Bau Gas

Ledakan itu terjadi pada Selasa (29/4/2025) pukul 04.00 WIB. Ledakan itu bermula saat korban menyalakan kompor. Kemudian tabung gas Elpiji meledak dan mengakibatkan dapurnya hancur lebur. 

29 Apr 2025 - 13:48
Ledakan Elpiji 12 Kg Lukai Lansia di Blitar, Polisi: Sehari sebelumnya Tercium Bau Gas
Kondisi terkini dapur warga Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar yang hancur berantakan akibat ledakan tabung Elpiji 12 kilogram. (Foto: Ninda Kinanti/SJP)

KOTA BLITAR, SJP — Polisi telah menerima laporan terkait peristiwa ledakan tabung Elpiji 12 kilogram di rumah Endang Purwaningsih (74), di Jalan dr. Ismail Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum peristiwa ledakan terjadi, tetangga korban sudah mencium aroma gas yang cukup menyengat. Korban sempat diingatkan oleh tetangganya. Namun korban mengaku sudah diperbaiki.

"Berdasarkan keterangan saksi, korban ini sudah diingatkan gas elpijinya bocor. Karena memang beliau ini sudah berusia 74 tahun. Jadi tidak cakap dalam menyikapi masalah ini," ucap Kapolsek Sananwetan, Kompol Subondo, Selasa (29/4/2025).

Kompol Subondo menjelaskan, ledakan itu terjadi pada Selasa (29/4/2025) pukul 04.00 WIB. Ledakan itu bermula saat korban menyalakan kompor. Kemudian tabung gas Elpiji meledak dan mengakibatkan dapurnya hancur lebur. 

Sementara kondisi korban cukup memprihatinkan. Tubuhnya mengalami luka bakar sebanyak 40 persen. Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Budi Rahayu Kota Blitar dan rencananya akan dirujuk ke RSUD Syaiful Anwar (RSSA) Malang.

"Kami sudah datang ke lokasi. Untuk penyebab pasti ledakan dapur rumah korban masih diselidiki. Untuk sementara dugaannya, karena tabung elpiji bocor," jelas Kompol Subondo.

Salah seorang saksi mata atau yang merupakan tetangga korban, M. Hardi Usodo mengaku mendengar ledakan cukup kencang disertai teriakan minta tolong. Dia kemudian mencari tahu sumber ledakan dan mengetahui kondisi rumah korban sudah hancur.

"Waktu itu ledakan kenceng banget. Terus mencari tahu sumbernya dari mana. Saya juga belum ngeh ada teriakan minta tolong itu karena apa. Lalu datang ke lokasi ternyata kondisinya sudah hancur berantakan," ungkapnya, Selasa (29/4/2025).

Saat masuk ke dalam rumah, M. Hardi mengetahui kondisi dapur sudah hancur. Bagian atap dan plafon runtuh. Korban mengalami luka-luka hingga bersimbah darah karena tertimpa reruntuhan bangunan.

Selanjutnya, korban langsung dibawa ke tempat yang aman. Dia bersama warga sekitar berusaha memadamkan api yang membakar dapurnya.

"Bude Endang ini yang punya rumah. Kondisinya berdiri sudah tidak bisa bergerak, tertimba debu dari reruntuhan bangunan, berdarah-darah. Korban saya bopong ke tempat aman, dan bersama warga lain membantu mematikan api," ujar M. Hardi.

Dia menambahkan, selama ini korban hanya tinggal sendiri di rumahnya. Setelah peristiwa itu, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Peristiwa ini juga sudah dilaporkan ke Polsek Sananwetan untuk ditindaklanjuti. (*)

Editor: Ali Wafa 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow