Kunjungan Wisata ke Pantai Sine Menurun, Kerusakan Akses Jalan Dikeluhkan
Kerusakan jalan sirip menuju JLS Pantai Sine dikeluhkan warga dan Pengelola wisata. Kondisi rusaknya infrastruktur jalan tersebut sangat berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Pantai Sine dan sekitarnya.
TULUNGAGUNG, SJP - Sektor pariwisata di kawasan pesisir selatan Tulungagung tengah menghadapi tantangan serius. Destinasi unggulan, seperti Pantai Sine dan pantai di sekitarnya, mengalami penurunan jumlah kunjungan secara signifikan dalam setahun terakhir.
Penyebab utamanya adalah kerusakan akses jalan menuju lokasi wisata yang belum tertangani optimal, terutama setelah adanya proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS).
Seperti yang terjadi di ruas jalan Pantai Sine, mulai dari pertigaan Desa Rejosari hingga bibir JLS Pantai Sine. Jalan sepanjang kurang lebih 8 kilometer yang melintasi Desa Rejosari dan Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.
Ketua Pokdarwis Pantai Sine Cemara Sewu, Yoni Siswanto, pengelola wisata Pantai Sine, menyebut bahwa jumlah pengunjung di tahun 2025 ini turun hingga 50 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Saat ini, kunjungan harian hanya berkisar antara 50 hingga 100 orang, dan meningkat menjadi sekitar 300 hingga 400 pengunjung saat akhir pekan.
"Sekarang rata-rata pengunjung harian hanya sekitar 50 sampai 100 orang. Kalau hari libur bisa naik jadi 300 sampai 400 orang. Tapi angka itu masih jauh dibanding sebelum jalan rusak," jelas Yoni.
Ia mengungkapkan, kondisi jalan yang rusak parah akibat dampak pembangunan JLS membuat wisatawan enggan datang. Yoni berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar geliat wisata di Pantai Sine bisa kembali pulih.
"Kami berharap perbaikan jalan segera dilakukan. Pantai Sine punya potensi besar, tapi akses yang sulit membuat wisatawan enggan datang," tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Kepala Desa Rejosari, Sudikan. Desanya yang juga memiliki destinasi wisata andalan, yakni Pantai Dlodo, turut merasakan dampak buruk dari kondisi infrastruktur jalan yang rusak.
Menurutnya, potensi wisata Pantai Dlodo sebenarnya cukup menjanjikan, terutama setelah dibukanya akses Jalur Lintas Selatan yang melewati wilayah selatan Tulungagung.
"Dulu sebelum ada JLS, tingkat pengunjung per hari sekitar 20-30 orang, hari Minggu bisa 100-an. Tapi setelah ada JLS, kunjungan hari Minggu bisa sampai 500 orang, kebanyakan dari Surabaya, Sidoarjo, dan Nganjuk," ungkap Sudikan.
Namun demikian, ia menyayangkan jalan sirip atau jalan penghubung dari pemukiman menuju JLS saat ini dalam kondisi rusak, sehingga menghambat pengembangan wisata lebih lanjut.
"Saya selalu koordinasi dengan Pak Camat. Harapannya, Bupati dan Wakil Bupati bisa merancang pembangunan jalan menuju JLS agar perekonomian wilayah selatan meningkat, termasuk kontribusi terhadap PAD dan APBD," ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyatakan bahwa pemerintah kabupaten menyadari pentingnya peran infrastruktur jalan dalam mendukung pengembangan pariwisata.
Namun, ia mengakui bahwa prioritas perbaikan infrastruktur tahun 2025 ini masih difokuskan pada jalan-jalan yang padat penduduk.
"Sebenarnya potensi wisatanya sangat besar, tapi aksesnya belum mendukung. Mudah-mudahan nanti kita rencanakan bertahap untuk perbaikan jalan sirip-sirip JLS menuju pantai agar UMKM dan sektor wisata bisa berkembang," ujar Wabup Baharudin, Senin (21/7/2025).
Ketika ditanya soal rencana perbaikan jalan sirip menuju JLS Pantai Sine, Baharudin menyebut bahwa proyek tersebut belum masuk dalam prioritas tahun ini.
"Untuk jalan menuju wisata seperti ke Sine, tahun ini belum. Kita masih konsentrasi ke jalan-jalan yang banyak penduduknya dulu. Mudah-mudahan tahun depan bisa dimulai," jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung berjanji akan memasukkan akses jalan wisata ke dalam rencana pembangunan infrastruktur ke depan.
Sementara itu, masyarakat dan pelaku wisata berharap agar realisasi perbaikan jalan bisa segera dilakukan demi mengangkat kembali sektor pariwisata yang sempat terpuruk. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

