Ratusan Buruh Asal Sidoarjo Ziarah ke Makam Marsinah Nganjuk, Titipkan Harapan untuk Prabowo

Kedatangan mereka bukan sekadar mendoakan almarhumah, melainkan juga membawa aspirasi besar terkait kesejahteraan kaum pekerja di Tanah Air.

16 May 2026 - 09:57
Ratusan Buruh Asal Sidoarjo Ziarah ke Makam Marsinah Nganjuk, Titipkan Harapan untuk Prabowo
Sulaiman, Wakil Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Sidoarjo (Foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP — Ratusan buruh yang tergabung dalam rombongan sepuluh bus asal Kabupaten Sidoarjo melakukan ziarah ke makam pahlawan buruh nasional, Marsinah, di Nganjuk, Jawa Timur. 

Kedatangan mereka bukan sekadar mendoakan almarhumah, melainkan juga membawa aspirasi besar terkait kesejahteraan kaum pekerja di Tanah Air.

Dalam kesempatan tersebut, Sulaiman, Wakil Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Sidoarjo, menyampaikan keluh kesah para buruh yang menurutnya kian terhimpit oleh berbagai kebijakan pemerintah.

"Hak-hak buruh saat ini seolah dirampas oleh kebijakan pemerintah. Di lapangan, kami menemukan banyak penyelewengan, terutama terkait sistem outsourcing. Tenaga outsourcing yang seharusnya hanya untuk pekerjaan penunjang, faktanya kini sudah masuk ke area inti produksi. Ini sudah menjadi rahasia umum," tegas Sulaiman saat diwawancarai di sela-sela kegiatan ziarah, Sabtu (16/5/2026).

Sulaiman menambahkan bahwa momen Hari Buruh atau May Day ini harus menjadi titik balik perjuangan buruh. 

Ia secara terbuka menyampaikan keinginan besar para buruh untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk.

"Kami sangat berharap bisa bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo. Harapan kami jelas: hapus sistem outsourcing yang menindas dan segera realisasikan upah layak bagi buruh. Buruh di Jawa Timur, khususnya, sangat terdampak oleh kebijakan-kebijakan seperti Undang-Undang Cipta Kerja," lanjutnya.

Rombongan buruh dari Sidoarjo ini menjadi salah satu dari sekian banyak elemen pekerja yang terus menyuarakan tuntutan penghapusan UU Cipta Kerja dan perbaikan sistem pengupahan. 

Mereka berharap, di bawah kepemimpinan Prabowo, nasib buruh tidak lagi terpinggirkan dan hak-hak dasar mereka dapat terpenuhi secara adil. (*)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow