Kunjungan Langka, Menteri Haji Temui 732 Jemaah Nganjuk Jelang Keberangkatan 2026
Menteri Haji dan Umrah hadir langsung di tengah 732 jemaah haji Nganjuk yang akan berangkat 2026. Kunjungan ini menjadi momen langka sekaligus memastikan kesiapan jemaah.
NGANJUK, SJP – Kunjungan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, ke Kabupaten Nganjuk menjadi momen istimewa bagi ratusan calon jemaah haji. Dalam agenda yang terbilang jarang terjadi di daerah, menteri hadir langsung di tengah 732 jemaah yang akan berangkat pada musim haji 1447 H/2026 M.
Kehadiran tersebut berlangsung dalam pembukaan Manasik Haji Terintegrasi di Pendopo K.R.T. Sosrokoesoemo, Kamis (26/3/2026), yang diikuti ratusan calon jemaah dalam suasana khidmat.
Total 732 jemaah haji asal Nganjuk yang dipastikan berangkat tahun ini terdiri dari 629 jemaah reguler dan 103 jemaah cadangan yang telah naik status. Mereka akan diberangkatkan dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 112 sebanyak 210 jemaah, Kloter 113 sebanyak 373 jemaah, dan Kloter 114 sebanyak 146 jemaah.
Dalam kesempatan itu, Menteri Haji dan Umrah hadir didampingi Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadirannya tidak hanya menjadi simbol perhatian pemerintah pusat, tetapi juga memberi semangat bagi para calon jemaah yang tengah mempersiapkan diri menuju Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Nganjuk, Zainal Abidin Hanif Kamaloddin, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan jemaah sekaligus melihat langsung proses manasik di daerah.
“Ini untuk melihat bagaimana kesiapan jemaah serta proses manasik yang sedang berjalan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Menteri Haji dan Umrah di tengah para jemaah.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan ini. Ini menjadi kehormatan sekaligus memberi semangat bagi para calon jemaah haji Nganjuk,” katanya.
Salah satu jemaah, Lukman, mengaku bersyukur dapat berangkat tahun ini. Ia menilai biaya haji tahun ini lebih ringan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Biaya haji tahun ini menurun dibandingkan tahun kemarin,” ujarnya.
Terkait isu konflik di Timur Tengah, Lukman memastikan tidak ada kekhawatiran terhadap jadwal penerbangan.
“Penerbangan tetap aman karena rutenya bisa menyesuaikan,” tambahnya.
Usai kegiatan, Menteri Haji dan Umrah beserta rombongan meninggalkan lokasi, diiringi doa dan harapan dari para calon jemaah haji Kabupaten Nganjuk. (*)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

