Menu MBG di Kecamatan Berbek Nganjuk Tak Disukai Anak-Anak

Tidak sampai disitu, ​kekecewaan siswa ini berdampak pada banyaknya sisa makanan yang tidak dikonsumsi. Guru tersebut membeberkan fakta miris bahwa setiap harinya, sisa makanan siswa bisa memenuhi setengah hingga satu kantong plastik besar.

13 Apr 2026 - 20:19
Menu MBG di Kecamatan Berbek Nganjuk Tak Disukai Anak-Anak
MBG SDN Bendungreno (Foto: kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk yang diharapkan mampu meningkatkan kecukupan gizi anak sekolah, kini tengah menjadi sorotan. Sejumlah pihak, termasuk tenaga pendidik, mulai menyuarakan ketidakpuasan terkait kualitas dan variasi menu yang diberikan kepada siswa.

​Salah seorang guru di SD Negeri Bendungrejo, yang enggan disebutkan identitas lengkapnya, mengungkapkan, antusiasme siswa terhadap menu MBG kian menurun. Menurutnya, kualitas makanan sempat membaik setelah adanya evaluasi dari pihak camat dan tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), namun kondisi tersebut tidak bertahan lama.

​"Dulu sempat ada masalah telur busuk, lalu diperbaiki dan anak-anak sempat suka. Tapi setelah itu kembali lagi, menunya cuma tahu, oseng-oseng, dan nasi. Kalaupun ada ayam, itu cuma potongan kecil bagian sayap," ungkap sang guru saat dihubungi via WhatsApp, Senin (13/4/2026).

Tidak sampai disitu, ​kekecewaan siswa ini berdampak pada banyaknya sisa makanan yang tidak dikonsumsi. Guru tersebut membeberkan fakta miris bahwa setiap harinya, sisa makanan siswa bisa memenuhi setengah hingga satu kantong plastik besar.

​"Petugasnya tadi sampai kaget melihat sisa makanan yang masih utuh di lantai. Saya bilang ke mereka, setiap hari memang begini karena anak-anak tidak suka menunya," tambahnya. 

Kondisi ini pun telah didokumentasikan melalui foto dan video sebagai bahan evaluasi bagi pihak penyedia atau SPPG Bendungrejo. 

​Ketidakpuasan ini ternyata tidak hanya terjadi di satu sekolah. Guru tersebut mengklaim bahwa banyak sekolah lain di wilayah tersebut yang merasakan hal serupa dan berkeinginan untuk pindah ke penyedia jasa makanan lain yang lebih berkualitas.

Menanggapi keluhan wali murid dan guru mengenai kualitas menu MBG yang dinilai kurang layak di SD Negeri Bendungrejo, Camat Berbek, Toni Susanto dihubungi via WhatsApp memberikan klarifikasi. Toni mengaku baru mengetahui adanya permasalahan tersebut setelah munculnya laporan dari media.

​Menurut Toni, selama ini koordinasi rutin dilakukan melalui grup komunikasi khusus bersama tim SSPG. Namun, ia menyebutkan adanya pembagian wewenang yang spesifik dalam pengawasan program ini.

Pihaknya menekankan bahwa fokus utama pihak kecamatan saat ini sebenarnya berada pada kategori 3B (Ibu Balita, Menyusui, dan Balita non-PAUD) yang berada di bawah koordinasi PPKB.

​"Sebenarnya wewenang kami lebih kepada kelompok 3B. Sementara untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, koordinasinya langsung melalui pihak Koramil," jelas Camat Toni. 

​Toni menyatakan akan tetap mengambil tindakan responsif atas keluhan yang terjadi di SDN Bendungrejo. Ia mengaku terkejut karena selama ini tidak ada laporan kendala di grup koordinasi internal mereka.

​"Saya cukup kaget karena di grup SPPG selama ini tidak ada laporan masalah. Mungkin karena bidang tugas kami yang berbeda (di 3B). Namun, kami akan segera berkomunikasi dan melakukan klarifikasi dengan kepala SPPG Bendungrejo untuk melihat permasalahan sebenarnya di lapangan," tambahnya.

Sementara itu, Wartawan Suarajatimpost menghubungi Kepala SPPG, Yudik Khoirul Huda. Ketika dihubungi melalui sambungan telepon dan chat melalui WhatsApp, ada notifikasi berdering namun tidak direspon. (*) 

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow