Kue Kering Mawar Jadul Kembali Diburu Saat Ramadan, Produsen di Blitar Produksi Hingga 3 Kuintal

Sajian lebaran yakni kue kering mawar jadul kembali diburu masyarakat saat Ramadan. Salah satu produsen di Kota Blitar memproduksi kue kering mawar jadul hingga 3 kuintal.

05 Mar 2026 - 17:59
Kue Kering Mawar Jadul Kembali Diburu Saat Ramadan, Produsen di Blitar Produksi Hingga 3 Kuintal
Kue Kering , Mawar Jadul , Diburu , Pembeli , Ramadan , Produsen , Kota Blitar.

KOTA BLITAR, SJP - Aroma kue kering khas lebaran mulai terasa di dapur rumah Susilorini (57) warga Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, dapurnya kembali sibuk memproduksi kue kering mawar jadul atau yang dikenal juga sebagai kue semprit.

Setiap hari bersama lima orang pekerja, Susilorini memutar adonan dan mencetak kue berbentuk bunga mawar yang menjadi favorit banyak pelanggan. Kue kering klasik ini selalu diburu masyarakat saat Ramadan hingga menjelang Lebaran.

"Setiap tahun pasti ada saja yang mencari kue kering mawar jadul ini. Apalagi saat Lebaran, permintaan selalu meningkat," katanya, Kamis (5/3/2026).

Untuk mengikuti selera pasar, Susilorini tidak hanya memproduksi kue kering mawar rasa original. Ia juga membuat varian cokelat serta kue kering warna-warni yang lebih menarik bagi anak muda.

Menurutnya, inovasi tersebut dilakukan agar kue kering tradisional tetap diminati generasi sekarang.

"Kalau hanya yang klasik, peminatnya kebanyakan orang tua. Jadi kami buat juga yang warna-warni supaya anak-anak dan anak muda tertarik," terangnya.

Hingga minggu kedua bulan Ramadan ini, Ia mengaku sudah memproduksi sekitar dua hingga tiga kuintal kue kering mawar jadul.

Produksi bahkan sudah dimulai sejak sebelum Ramadan untuk memenuhi pesanan pelanggan.

Sebagian produk telah dikirim lebih awal ke sejumlah toko oleh-oleh di wilayah Blitar yang menjadi pelanggan tetapnya setiap tahun.

Meski pesanan tahun ini terbilang ramai, Susilorini mengatakan jumlahnya masih belum sebanyak Lebaran tahun lalu. Ia juga membatasi pesanan karena keterbatasan tenaga produksi.

"Kami lebih banyak melayani pelanggan lama di Blitar. Untuk luar kota hanya Tulungagung yang masih kami layani," ujarnya.

Kue kering mawar jadul buatan Susilorini dijual dengan harga Rp50.000 hingga Rp70.000 per kemasan dengan berat 500 gram.

Dengan bentuknya yang khas dan cita rasa yang tetap dipertahankan, kue kering klasik ini masih menjadi pilihan banyak keluarga sebagai hidangan saat bersilaturahmi di Hari Raya Idulfitri. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow