Rupiah Menguat Didukung Kesepakatan Dagang AS-Jepang

Rupiah menguat ke Rp 16.287 per dolar AS pada Rabu (23/7/2025), didorong kesepakatan dagang AS-Jepang dan pelemahan dolar AS.

23 Jul 2025 - 13:07
Rupiah Menguat Didukung Kesepakatan Dagang AS-Jepang
Ilustrasi rupiah. (Istimewa)

SUARAJATIMPOST.COM—Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tercatat mengalami penguatan pada Rabu pagi, 23 Juli 2025. Hal ini didorong oleh perkembangan positif dari kerja sama dagang antara Amerika Serikat dan Jepang yang berhasil mencapai kesepakatan baru.

Menurut data Bloomberg pada pukul 09.26 WIB, rupiah naik 32,5 poin atau sekitar 0,20%, sehingga berada di posisi Rp 16.287 per dolar AS di pasar spot. Penguatan ini melanjutkan tren positif dari hari sebelumnya, di mana rupiah juga menguat tipis sebesar 3,5 poin atau 0,02% ke angka Rp 16.319,5 perdolar AS.

Faktor utama yang mendukung pergerakan positif rupiah adalah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan kesepakatan dagang dengan Jepang.

Dalam unggahannya di platform Truth Social, dia menginformasikan bahwa tarif impor dari Jepang hanya akan dikenakan sebesar 15 persen, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang mencapai 25 persen. Jepang juga akan menanamkan investasi sebesar 550 miliar dolar AS ke dalam perekonomian Amerika.

Michael McCarthy, analis dari Moomoo Australia, menjelaskan bahwa melemahnya dolar AS memberikan ruang bagi mata uang lain, termasuk rupiah, untuk menguat.

Dia juga menilai bahwa sinyal kebijakan suku bunga yang lebih longgar dari pasar obligasi turut menekan kekuatan dolar.

Indeks dolar AS saat ini berada di level 97,430, setelah mencatat penurunan selama tiga hari berturut-turut. Sejak pernyataan “Liberation Day” oleh Presiden Trump pada 2 April, indeks ini telah terkoreksi sekitar 6,6 persen.

Secara keseluruhan, perdagangan mata uang global masih bergerak terbatas karena pelaku pasar menanti kepastian terkait kebijakan tarif Amerika. Meskipun begitu, pasar saham di AS tetap bergerak positif dan mencetak rekor tertinggi baru.

Dalam rincian perjanjian dagang tersebut, Jepang sepakat untuk membuka akses lebih luas bagi sejumlah produk asal AS, termasuk mobil, truk, beras, dan produk pertanian lainnya. Berdasarkan informasi dari salah satu sumber, tarif kendaraan asal Jepang akan dikenakan sebesar 15 persen.

Sementara itu, pergerakan mata uang utama lainnya menunjukkan hasil beragam. Euro turun tipis 0,1% ke level US$ 1,17, pound sterling melemah ke US$ 1,35, dolar Australia stabil di posisi US$ 0,65, dan dolar Selandia Baru menguat 0,1% ke angka US$ 0,60. (**)

Editor: Ali Wafa

Sumber: Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow