Kualitas Udara Kota Batu Tertekan, Praktik Bakar Sampah Jadi Penyumbang Utama Emisi
Terjadinya penurunan kualitas udara di Kota Batu membuat DLH kembali menyusun strategi untuk melakukan upaya pemulihan kualitas udara, dimana upaya ini tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian, tapi juga butuh kolaborasi dan sinergi lintas sektor.
KOTA BATU, SJP – Kualitas udara di Kota Batu menunjukkan tren penurunan sepanjang 2025. Data Kaleidoskop Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mencatat Indeks Kualitas Udara (IKU) hanya mencapai 73,10. Angka ini merosot dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di level 83,95 sekaligus jauh dari target sebelumnya yang dipatok di angka 87,07.
Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan pada Sabtu (7/3/2026) menjelaskan, penurunan tersebut menunjukkan adanya tekanan cukup besar terhadap beban emisi di wilayah Kota Batu. Berdasarkan hasil pemantauan baku mutu lingkungan hidup, penurunan kualitas udara dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari perubahan iklim, gas rumah kaca hingga gas metana.
"Namun demikian, aktivitas masyarakat yang masih kerap membakar sampah menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi kualitas udara," paparnya.
Selain praktik pembakaran sampah, tekanan terhadap kualitas udara juga datang dari tingginya aktivitas kendaraan bermotor. Lonjakan volume kendaraan diperkirakan semakin meningkat terutama saat musim liburan, mengingat Kota Batu merupakan salah satu destinasi wisata favorit. Kondisi tersebut turut meningkatkan emisi karbon yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil.
Di sisi lain, aktivitas pembangunan infrastruktur dan pembukaan lahan juga disinyalir menyumbang debu partikular yang memperburuk kondisi udara. Partikel-partikel tersebut dapat terlepas ke atmosfer dan meningkatkan tingkat pencemaran udara.
"DLH Kota Batu memastikan pemantauan kualitas udara dilakukan secara berkala menggunakan metode active sampler di delapan titik lokasi. Pengambilan sampel dilakukan selama 24 jam penuh untuk mengidentifikasi sumber pencemar sekaligus mengetahui tingkat pencemaran udara secara lebih akurat," tegasnya.
Saat ini, DLH tengah menyiapkan sejumlah strategi pemulihan kualitas udara. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan laju emisi sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan di Kota Batu. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

