12 Jemaah Umroh Kota Batu Tertunda Berangkat Akibat Imbas Konflik Timur Tengah

Meski terjadi penyesuaian jadwal perjalanan, pihak Kemenag memastikan kondisi pelaksanaan ibadah di Makkah tetap kondusif. Masyarakat pun diimbau untuk tidak panik dan tetap menunggu perkembangan situasi penerbangan dari pihak travel maupun otoritas terkait

07 Mar 2026 - 20:01
12 Jemaah Umroh Kota Batu Tertunda Berangkat Akibat Imbas Konflik Timur Tengah
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batu Basuki Rahmat (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidak hanya berdampak pada kepulangan jemaah umrah asal Kota Batu, tetapi juga memaksa penundaan keberangkatan jemaah berikutnya. Tercatat sebanyak 12 calon jemaah asal Kota Batu yang dijadwalkan berangkat pada 5 Maret 2026 terpaksa menunda perjalanan mereka karena situasi transportasi udara yang belum stabil.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batu Basuki Rahmat pada Sabtu (7/3/2026) mengatakan, penundaan tersebut merupakan inisiatif dari pihak travel yang melihat dinamika situasi di wilayah Timur Tengah. Para jemaah sebelumnya dijadwalkan mengikuti program umrah Lailatul Qadar, namun keberangkatan dipilih untuk ditunda hingga kondisi penerbangan lebih memungkinkan.

“Ada 12 jemaah yang punya program Lailatul Qadar. Itu inisiatif dari travel untuk menunda keberangkatan dulu. Rencananya dalam minggu ini berangkat, tapi dari travel memilih menunda,” ujarnya.

Sementara itu, di sisi lain masih ada tiga jemaah asal Kota Batu yang belum bisa kembali ke Indonesia karena terkendala tiket penerbangan. Meski demikian, Basuki memastikan kondisi ketiga jemaah tersebut dalam keadaan aman dan saat ini masih menunggu jadwal penerbangan untuk pulang.

“Sedangkan yang satu lagi itu ada sekitar lima jemaah, tapi yang dua sudah pulang, tinggal tiga yang ada di sana dalam kondisi aman, semuanya aman,” jelasnya.

Menurutnya, kesulitan memperoleh tiket pesawat menjadi faktor utama tertundanya kepulangan para jemaah. Namun, pihak travel telah berhasil mendapatkan jadwal penerbangan sehingga para jemaah diperkirakan bisa segera kembali ke tanah air.

“Memang ada yang tertahan, yang waktunya pulang tidak bisa pulang. Sebelumnya memang agak sulit untuk mencari tiket, dan alhamdulillah sudah mendapatkan tiket, insyaallah segera pulang,” tambahnya.

Di tengah situasi tersebut, sebagian besar jemaah umrah asal Kota Batu sebenarnya sudah kembali ke Indonesia dengan selamat. Berdasarkan data Kemenag Kota Batu, sebanyak 21 jemaah dari kolaborasi dua travel telah tiba di tanah air pada Kamis malam (5/3). Kemudian disusul 23 jemaah dari travel lainnya yang mendarat pada Jumat siang (6/3).

“Alhamdulillah mayoritas sudah sampai di tanah air, termasuk Kepala Kemenag Kota Batu yang berangkat juga sudah pulang dan sekarang ada di Bojonegoro. Alhamdulillah keseluruhan kembali dengan aman,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow