Kriminalitas di Kota Mojokerto Turun Sepanjang Tahun 2025, Kasus Narkoba Naik

Dari 233 laporan kriminalitas yang masuk, polisi secara profesional menyelesaikan 104 kasus di antaranya. Kejahatan konvensional didominasi oleh kasus penipuan (57 laporan), fidusia (33 laporan), dan pencurian dengan pemberatan (21 laporan).

29 Dec 2025 - 17:00
Kriminalitas di Kota Mojokerto Turun Sepanjang Tahun 2025, Kasus Narkoba Naik
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Hedriawan Arifianto (tengah) saat menunjukkan barang bukti kasus kriminal. (Foto: Syaiful/SJP)

KOTA MOJOKERTO, SJP — Kepolisian Resor (Polres) Mojokerto Kota menunjukkan taji dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sepanjang tahun 2025. 

Dalam rilis capaian kinerja akhir tahun, Korps Bhayangkara di bawah kepemimpinan AKBP Herdiawan Arifianto ini mencatatkan keberhasilan signifikan dalam menekan angka kriminalitas serta mengungkap jaringan narkotika skala besar.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, menegaskan bahwa kondusivitas wilayah yang terjaga saat ini merupakan buah dari penguatan fungsi intelijen dan tindakan tegas di lapangan.

Prestasi paling mencolok diraih oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba). Polres Mojokerto Kota berhasil melumpuhkan peredaran gelap narkotika dengan total sitaan sabu-sabu mencapai 1.674,19 gram. 

Angka tersebut melonjak tajam sebesar 160,4 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 642,97 gram.

Tak hanya sabu, petugas juga mengamankan lebih dari 1 juta butir pil Double L dan ratusan gram ganja dari tangan 155 tersangka yang kini telah diproses hukum.

"Salah satu keberhasilan menonjol adalah pengungkapan kasus besar dengan tersangka berinisial MH dan AH. Dari tangan keduanya, kami berhasil menyita barang bukti sabu seberat 1 kilogram," ungkap AKBP Herdiawan dalam jumpa pers, Senin (29/12/2025).

Keberhasilan ini membuktikan efektivitas deteksi dini kepolisian dalam memutus rantai distribusi narkotika jaringan lintas daerah yang mencoba masuk ke wilayah Mojokerto.

Di sektor keamanan umum, Polres Mojokerto Kota berhasil mengelola situasi dengan sangat baik. 

Dari 233 laporan kriminalitas yang masuk, polisi secara profesional menyelesaikan 104 kasus di antaranya. Kejahatan konvensional didominasi oleh kasus penipuan (57 laporan), fidusia (33 laporan), dan pencurian dengan pemberatan (21 laporan).

Selain itu, program pembersihan penyakit masyarakat (pekat) menunjukkan hasil positif. Angka kasus pekat turun drastis hingga 32,6 persen. 

Meski demikian, kepolisian tetap waspada dengan mengamankan ribuan botol minuman keras guna mencegah gangguan kamtibmas di akar rumput.

Keberhasilan Polres Mojokerto Kota juga menyentuh sektor lalu lintas. Di tengah mobilitas warga yang tinggi, polisi berhasil menekan angka fatalitas atau korban meninggal dunia akibat kecelakaan sebesar 11 persen, dari 54 jiwa pada tahun lalu menjadi 48 jiwa pada 2025.

Langkah digitalisasi melalui tilang elektronik menjadi kunci utama, di mana penggunaannya meningkat pesat hingga 87 persen. Hal ini berbanding lurus dengan meningkatnya kepatuhan masyarakat, yang ditandai dengan penurunan drastis penggunaan knalpot tidak standar (brong) sebesar 35,6 persen.

Menutup laporannya, AKBP Herdiawan Arifianto menegaskan tidak akan mengendurkan pengamanan. Penurunan kasus kenakalan remaja dan tawuran sebesar 2,6 persen akan terus dioptimalkan melalui pendekatan preventif ke sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat.

"Kami tetap pada komitmen untuk bersama berusaha menebarkan kebaikan bagi sesama. Fokus kami adalah menjamin rasa aman warga dan memastikan stabilitas wilayah Mojokerto Kota tetap kokoh di masa depan," pungkasnya. (*)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow