Kota Probolinggo Ambisi Jadi Tuan Rumah Festival Batik Line Dance & Cultural Journey 2025
Dengan menjadi tuan rumah festival ini, Kota Probolinggo dianggap berpeluang semakin dikenal sebagai kota yang kaya akan budaya dan kreativitas.
KOTA PROBOLINGGO, SJP — Kota Probolinggo terus berupaya mempromosikan potensi lokal melalui berbagai cara. Salah satunya melalaui pagelaran seni line dance.
Kota ini berambisi menjadi tuan rumah Festival Batik Line Dance & Cultural Journey 2025: sebuah ajang yang menggabungkan seni tari modern dengan kekayaan batik dan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin menyampaikan harapannya, agar ratusan anggota The Universal Line Dance (ULD) Kota Probolinggo dapat berpartisipasi aktif dalam menyambut momen penting ini.
"Melalui kombinasi antara keindahan seni tari line dance serta kekayaan budaya kebaya dan batik sebagai warisan dunia, kita semua bertekad memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia dengan cara kreatif dan penuh semangat," ujarnya, Senin (28/4/2025).
Dengan mengusung tema "Batik Journey," festival ini diharapkan dapat menampilkan keanggunan batik Probolinggo yang dipadukan dengan gerakan line dance yang dinamis.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Probolinggo itu juga ingin membuktikan, bahwa tradisi dan seni modern dapat bersinergi dengan indah, menciptakan pertunjukan yang memukau.
Tidak hanya fokus pada pertunjukan tari, persiapan teknis juga menjadi perhatian utama. Mulai dari koreografi yang memikat, kostum batik yang menawan, hingga susunan acara yang mencakup budaya, kuliner, dan pameran UMKM.
"Mari kita bekerja dengan sepenuh hati, menjaga kekompakan, dan terus membangun semangat positif. Bersama, kita wujudkan Festival Batik Line Dance & Cultural Journey 2025 menjadi kebanggaan, tidak hanya untuk komunitas kita, tapi juga untuk Kota Probolinggo tercinta," tegasnya.
Dengan menjadi tuan rumah festival ini, Kota Probolinggo berpeluang semakin dikenal sebagai kota yang kaya akan budaya dan kreativitas.
Dukungan dari komunitas tari, pelaku UMKM, dan masyarakat, diharapkan dapat memantapkan posisi kota ini di kancah seni dan pariwisata nasional. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

