Belum Penuhi Syarat Dirikan Balai Diklat Tipe A, Pemkot Batu Gelar Orientasi PPPK di Surabaya
Salah satu syarat mendirikan balai diklat tipe A adalah jumlah pegawai yang dilayani minimal 7.000 orang
KOTA BATU, SJP — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batu resmi menjalin kerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur untuk penyelenggaraan orientasi bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Kegiatan orientasi ini diikuti oleh 344 peserta dari angkatan 2021 hingga 2023. Kegiatan ini dilaksanakan di Surabaya, lantaran hingga kini, Kota Batu belum memiliki balai diklat sendiri.
Kepala BKPSDM Kota Batu, Santi Restuningsasi menguraikan, peserta terdiri dari 202 guru, 10 tenaga kesehatan, dan 132 pegawai dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
Semua peserta mendapat pemaparan sejumlah materi orientasi, meliputi pengenalan organisasi dan tatanan kerja, manajemen pemerintahan, serta penerapan fungsi dan tugas di lingkungan instansi.
"Saat ini, kami memang belum memiliki balai diklat. Padahal kebutuhan untuk pengembangan kompetensi ASN sangat mendesak dan kami terhalang oleh regulasi yang ada. Oleh karena itu, kami menyerahkan pelaksanaan orientasi ini kepada lembaga yang profesional seperti BPSDM Jatim," ujarnya, Senin (28/4/2025).
Keterbatasan tersebut, lanjut Santi, disebabkan oleh kendala regulasi. Yakni Permendagri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan dan Klasifikasi Cabang Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah.
Dijelaskannya, salah satu syarat mendirikan balai diklat tipe A adalah jumlah pegawai yang dilayani minimal 7.000 orang. Sedangkan jumlah ASN di Kota Batu saat ini sekitar 4.810 orang. Sehingga hanya memenuhi kriteria untuk tipe C.
Untuk pelatihan teknis dan pengembangan kompetensi lainnya, peserta akan mengikuti kegiatan di Kampus UPT BPSDM Jatim yang berlokasi di Kota Malang.
Semua program tersebut dirancang agar seluruh PPPK dapat memahami peran dan tanggung jawabnya secara optimal di lingkungan kerja masing-masing.
Upaya pengembangan SDM di Kota Batu dinilai semakin penting, mengingat dinamika pemerintahan yang terus berkembang. BKPSDM juga menekankan bahwa investasi pada kualitas ASN sejak dini menjadi kunci memperkuat layanan publik dan daya saing daerah di masa depan.
Di akhir keterangannya, Santi menegaskan komitmen BKPSDM Kota Batu untuk terus meningkatkan kualitas ASN meski masih dengan keterbatasan fasilitas.
"Kami optimistis, meski saat ini harus menggandeng pihak lain, orientasi ini tetap akan berjalan dengan maksimal. Harapannya, ke depan Kota Batu dapat memiliki balai diklat sendiri agar semua pelatihan dan pengembangan ASN bisa dilaksanakan lebih efektif dan efisien," pungkasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

