Eko-Tren OPOP Jatim Kukuhkan Tim Baru, Gubernur Khofifah: Masa Depan OPOP Semakin Kuat dan Meluas
Eko-Tren OPOP Jatim kini resmi punya HAKI, membuka peluang ekspor produk pesantren dan memperkuat ekosistem wirausaha santri hingga lebih dari 590 ribu penerima manfaat.
SURABAYA, SJP - Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi mengukuhkan tim penguatan dan pengembangan program Ekonomi Masyarakat Berbasis Pesantren (Eko-Tren) One Pesantren One Product (OPOP) untuk periode 2025–2030.
Pengukuhan tersebut berlangsung dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan dan Kick-Off Program Eko-Tren OPOP tahun 2025, yang digelar di Hotel Harris Gubeng, Surabaya, Senin (15/4/2025).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa penguatan legalitas merek Eko-Tren OPOP menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan program ini.
Ia mengungkapkan, pada momen tersebut Kanwil Kemenkumham Jatim telah menyerahkan secara resmi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) kepada Pemprov Jatim.
“Dengan diserahkannya HAKI ini, kita sudah punya brand yang sah. Itu berarti, ke depan kita bisa memproduksi banyak item, termasuk untuk komoditas ekspor. Ini menjadi penguatan yang sangat penting,” ujar Khofifah, Rabu (16/4/2025).
Ia menambahkan, ekosistem Eko-Tren OPOP saat ini menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hal itu terlihat dari semakin aktifnya tiga pilar utama dalam program, yakni santripreneur, pesantrenpreneur, dan sosiopreneur.
“Harapan kita, ketika pesantren makin berdaya secara ekonomi, maka ekosistem di sekitarnya juga akan ikut sejahtera. Dengan struktur kepengurusan baru yang kita kukuhkan hari ini, insyaallah masa depan Eko-Tren OPOP akan makin kuat, makin meluas, dan makin memberikan kemanfaatan besar,” imbuhnya.
Senada dengan Gubernur, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua Tim Eko-Tren OPOP, Adhy Karyono, menjelaskan bahwa Rakor kali ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi antara pesantren penerima program, alumni, hingga mitra lembaga keuangan dan akademisi.
“Rakor ini dihadiri oleh 220 peserta, termasuk 150 perwakilan pesantren penerima bantuan tahun 2025 serta 20 peserta OPOP terbaik dari tahun 2019 hingga 2024," terang Adhy.
"Kami juga hadirkan stakeholder dari berbagai unsur, termasuk Bank Indonesia, OJK, BUMN, BUMD, hingga tokoh pesantren,” imbuhnya.
Ia juga melaporkan perkembangan signifikan dari tiga pilar OPOP. Hingga kini, program telah membina:
- 590.920 santri melalui laboratorium kewirausahaan dan pelatihan keterampilan,
- 1.210 pesantrenpreneur, dan
- 1.790 sosiopreneur yang merupakan alumni pesantren dan masyarakat sekitar.
“Kolaborasi pentahelix terus kami kuatkan. Mulai dari dukungan koperasi pesantren, sertifikasi halal, pelatihan coding dan pengelolaan keuangan syariah, hingga desain kemasan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS),” tambahnya.
Di akhir acara, dilakukan penyerahan simbolis HAKI merek Eko-Tren OPOP dari Kanwil Kemenkumham Jatim kepada Pemprov Jatim, menandai kesiapan produk-produk OPOP untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"Produk-produk OPOP kini sudah terbukti berkualitas dan siap ekspor. Semoga seluruh upaya kita ini diridoi oleh Allah SWT," tutup Adhy. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

