Kota Batu Perkuat Deteksi Dini Hadapi Ancaman Super Flu

Pemkot Batu berharap langkah preventif yang konsisten dapat menjaga daerah tetap aman dalam potensi Super Flu ditambah imbauan kepada masyarakat agar tidak panik, namun tetap siaga.dengan menjadikan kesehatan sebagai prioritas bersama melalui perilaku hidup bersih dan sehat

08 Jan 2026 - 21:56
Kota Batu Perkuat Deteksi Dini Hadapi Ancaman Super Flu
Layanan puskesmas Beji terhadap masyarakat (dok/Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Pemkot Batu memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman influenza A (H3N2) subclade K atau super flu, meski hingga kini belum ditemukan satu pun kasus di wilayahnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menegaskan, kesiapsiagaan menjadi kunci utama agar potensi penularan dapat dicegah sejak dini.

Sekretaris Dinkes Kota Batu, Yuni Astuti pada Kamis (8/1/2026) menyampaikan, status nihil kasus bukan alasan untuk lengah. Justru, menurutnya, situasi ini dimanfaatkan untuk memperketat pemantauan di seluruh fasilitas layanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.

“Sampai hari ini belum ada laporan super flu di Kota Batu. Tapi kami sudah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penguatan pemantauan kasus flu berat yang tidak biasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pola pencegahan super flu pada prinsipnya sama dengan penyakit infeksi saluran pernapasan lainnya. Penekanan utama diberikan pada disiplin perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta penerapan protokol kesehatan, terutama di ruang publik dan fasilitas umum.

Dinkes juga meminta tenaga kesehatan lebih waspada terhadap pasien dengan gejala flu berat, seperti demam tinggi yang tidak kunjung turun, gangguan pernapasan, hingga penurunan kondisi fisik secara cepat. Deteksi dini dinilai penting mengingat virus ini dilaporkan lebih agresif dan mudah menular, khususnya pada kelompok rentan.

“Kami minta masyarakat tidak menunggu parah. Jika muncul gejala flu yang berbeda dari biasanya, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” imbuhnya.

Di sisi lain, edukasi masyarakat terus digencarkan. Dinkes mengingatkan pentingnya penggunaan masker saat sakit, etika batuk dan bersin, konsumsi makanan bergizi, serta menjaga imunitas tubuh melalui istirahat cukup dan asupan vitamin bila diperlukan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga akhir Desember 2025 tercatat 62 kasus influenza A subclade K di delapan provinsi, dengan Jawa Timur termasuk daerah dengan jumlah kasus terbanyak. Fakta ini menjadi dasar Kota Batu untuk meningkatkan kewaspadaan, meski belum terdampak langsung. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow