Kisah Haru dan Unik di Balik Keberangkatan Jemaah Haji Kediri

Marsiah, warga Kecamatan Semen yang berusia 104 tahun. Ia tercatat sebagai jemaah haji tertua, tidak hanya di Kabupaten Kediri, melainkan juga di Indonesia. Ibu dari lima anak yang sehari-hari bekerja sebagai penjual jenang (bubur) ini tampak sehat dan lancar berkomunikasi meski telah berusia lebih dari satu abad.

21 May 2026 - 09:30
Kisah Haru dan Unik di Balik Keberangkatan Jemaah Haji Kediri
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat menyapa para calon jemaah haji ( foto ; istimewa)

KEDIRI, SJP — Sebanyak 1.213 calon jemaah haji asal Kabupaten Kediri diberangkatkan dari kawasan Simpang Lima Gumul (SLG). Ribuan calon jemaah haji yang tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter) tersebut diberangkatkan secara bertahap. Kloter 112 bertolak pada Rabu (20/5/2026) siang, sedangkan tiga kloter lainnya telah diberangkatkan sehari sebelumnya.

Sebelum prosesi pemberangkatan kloter 112, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyempatkan diri menyapa para calon jemaah haji yang telah bersiap di dalam bus. 

Mas Dhito, sapaan karib Bupati Kediri berpesan agar para jemaah tetap saling menjaga dan tolong-menolong selama berada di Tanah Suci, meskipun sudah ada petugas pendamping haji daerah.

Mas Dhito meminta jemaah yang berusia lebih muda untuk aktif membantu jemaah lansia. "Tadi dalam satu bus ada yang usianya 105 tahun ada yang usianya 22 tahun. Artinya yang 22 tahun ini membantu yang 105 tahun kalau ada hal-hal yang diperlukan nantinya di Saudi," kata Mas Dhito.

Calon jemaah haji yang tergabung dalam kloter 112 dan diberangkatkan siang itu berjumlah 148 orang. Sementara itu, tiga kloter terdahulu telah diberangkatkan pada Selasa (19/5/2026), meliputi kloter 109 sebanyak 322 jemaah, kloter 110 sebanyak 373 jemaah, dan kloter 111 sebanyak 370 jemaah.

Selain menitipkan pesan untuk saling menjaga, orang nomor satu di Kabupaten Kediri tersebut juga meminta doa dari para jemaah untuk kebaikan daerah. 

"Minta didoakan supaya Kabupaten Kediri tetap guyub rukun ayem tentrem," ungkapnya.

Kloter 112 ini mencuri perhatian karena menyertakan Marsiah, warga Kecamatan Semen yang berusia 104 tahun. Ia tercatat sebagai jemaah haji tertua, tidak hanya di Kabupaten Kediri, melainkan juga di Indonesia. Ibu dari lima anak yang sehari-hari bekerja sebagai penjual jenang (bubur) ini tampak sehat dan lancar berkomunikasi meski telah berusia lebih dari satu abad.

Marsiah mengaku telah mendaftar haji sejak tahun 2021 dari hasil tabungan hasil berjualan. "Saya jualan bubur, keuntungannya dikumpulkan. Cita-citanya kalau sudah terkumpul ingin digunakan untuk ke Mekkah (ibadah haji)," tuturnya.

Untuk menjaga kebugaran fisiknya, Marsiah rutin berjalan kaki di sekitar rumah. Ia mengaku tidak memiliki keluhan kesehatan yang serius, kecuali sesekali merasakan nyeri pada lutut. 

"Jalan ke belakang rumah. Kadang-kadang saja, kalau ingin ya jalan, kalau tidak ya tidak," ujarnya.

Sementara itu pada hari yang sama, para calon jemaah haji Kota Kediri juga bertolak menuju Tanah Suci. 

Pemberangkatan dipusatkan di GOR Jayabaya, Rabu (20/5/2026). Jemaah Kota Kediri yang tergabung dalam kloter 115 ini terdiri dari 129 jemaah laki-laki dan 155 jemaah perempuan.

Suasana khidmat dan haru menyelimuti prosesi pelepasan para calon tamu Allah tersebut. Berangkat menggunakan 7 armada bus menuju Asrama Haji Surabaya, keberangkatan mereka diantarkan oleh ratusan anggota keluarga.

"Selamat kepada Bapak Ibu yang telah dipilih oleh Allah sebagai tamu Allah untuk melaksanakan Ibadah Haji. Ini adalah suatu nikmat yang tidak semua orang memiliki kesempatan seperti panjenengan semua," ujar Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.

Mbak Wali, sapaan akrabnya, menitipkan pesan kepada keluarga pengantar agar senantiasa mendoakan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan para jemaah selama beribadah hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

Kepada para jemaah, Wali Kota perempuan termuda ini mengingatkan pentingnya saling menjaga dan memperhatikan kesehatan fisik karena perbedaan cuaca yang ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi. Istirahat yang cukup dan pemenuhan nutrisi menjadi kunci utama.

"Semoga nanti Bapak Ibu senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran. Saya minta Bapak Ibu di sana saling membantu dan menjaga satu sama lain. Apabila ada yang harus konsumsi obat mohon dilakukan teratur karena tadi saya lihat ada yang sepuh berusia 81 tahun," pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Mbak Wali juga mengapresiasi dedikasi panitia penyelenggara haji yang telah memberikan pelayanan optimal bagi para jemaah. 

"Terima kasih dan apresiasi kepada para panitia penyelenggara haji. Saya doakan selalu sehat dan diberi kemudahan dalam mendampingi calon jemaah haji," ungkapnya.

Di sisi lain, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menyatakan bahwa jajarannya telah menerjunkan personel untuk pengamanan dan pengawalan guna memastikan proses pemberangkatan berjalan aman dan kondusif. 

"Ini merupakan bentuk pelayanan kami kepada masyarakat, khususnya para tamu Allah yang akan menunaikan ibadah haji," jelas AKBP Anggi.

Kapolres juga turut mendoakan keselamatan dan kelancaran seluruh jemaah selama menunaikan rukun Islam kelima di Arab Saudi. 

"Kami turut mendoakan seluruh jamaah haji Kota Kediri agar diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah, selalu sehat, menjadi haji yang mabrur, serta kembali ke tanah air dengan selamat dan membawa keberkahan bagi keluarga maupun masyarakat," pungkasnya. (**) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow