Detik-detik Evakuasi Korban Kecelakaan di Tulungagung yang Terjepit 60 Menit di Lambung Pikap

Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi kendaraan yang ringsek berat. Korban yang terjepit di dalam kabin pikap akhirnya berhasil dievakuasi petugas Damkar dalam waktu sekitar satu jam dari waktu kejadian.

21 May 2026 - 08:00
Detik-detik Evakuasi Korban Kecelakaan di Tulungagung yang Terjepit 60 Menit di Lambung Pikap
Kondisi mobil pikap ringsek usai tabrak truk trailer di Jalan Raya Desa Boro Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk trailer pengangkut peti kemas dan mobil pikap terjadi di ruas jalan masuk wilayah Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Rabu malam (20/5/2026). 

Insiden tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka, salah satunya mengalami patah kaki akibat sempat terjepit di dalam kendaraan.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.50 WIB itu melibatkan truk trailer bernomor polisi H 8493 OH yang dikemudikan Adi Tia Wahyu Priatama (30), warga Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dengan mobil pikap bernomor polisi AG 8016 LL yang dikemudikan Mohammad Atmim Nur Afani (25), warga Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.

Selain pengemudi, di dalam mobil pikap juga terdapat seorang penumpang bernama Iqbal Syaibatul Azmi (25), warga Desa Sumberingin Kidul, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Akibat benturan keras tersebut, Iqbal mengalami patah kaki kanan, sementara pengemudi Gran Max mengalami nyeri dada dan luka di bagian wajah.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung Ipda Gerry Permana mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, kecelakaan bermula saat truk trailer melaju dari arah barat ke timur. Sementara mobil pikap melaju dari arah berlawanan, yakni timur ke barat.

“Untuk info awal kecelakaan, jadi untuk truk peti kemas berjalan dari barat ke timur. Kemudian pikap Gran Max berjalan dari arah berlawanan, dari timur ke barat,” ujar Ipda Gerry.

Menurutnya, pengemudi truk peti kemas diduga berusaha mendahului kendaraan lain di depannya. Namun saat melakukan manuver, kendaraan besar tersebut diduga terlalu mengambil jalur lawan arah karena kondisi jalan yang tidak terlalu lebar.

“Nah, sesampainya di TKP, dari keterangan sopir peti kemas, dia berusaha mendahului kendaraan. Nah, kemudian akibat dari manuver tersebut, kemungkinan besar sopir Gran Max ini merasa kebingungan karena posisi kendaraan peti kemas berada di tengah, jadi agak memakan jalur berlawanan,” jelasnya.

Benturan keras pun tidak dapat dihindari. Kedua kendaraan disebut sempat membelok ke kanan sebelum akhirnya bertabrakan di tengah jalan. Akibat kecelakaan tersebut, bagian depan kedua kendaraan mengalami kerusakan parah.

“Akibat dari manuver yang dilakukan pengemudi peti kemas, kemungkinan pengemudi Gran Max ini merasa kebingungan. Jadi akhirnya dia dari keterangan saksi tiba-tiba juga berbelok ke kanan. Jadi mereka saling berbelok ke kanan akhirnya berbenturan di tengah,” lanjut dia.

Petugas Satlantas Polres Tulungagung yang menerima laporan dari masyarakat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan arus lalu lintas dan proses evakuasi korban. Karena salah satu korban sempat terjepit di dalam kabin mobil pikap, polisi turut meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

“Iya, karena posisi penumpang yang terjepit akibat kecelakaan itu akhirnya kita berupaya untuk mengeluarkan sendiri juga tidak mampu, tidak ada alatnya, akhirnya kita bekerja sama dengan Damkar untuk berusaha mengevakuasi penumpang,” ungkapnya.

Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi kendaraan yang ringsek berat. Korban yang terjepit di dalam kabin pikap akhirnya berhasil dievakuasi petugas Damkar dalam waktu sekitar satu jam usai waktu kejadian.

“Alhamdulillah sekitar pukul 21.00 kendaraan juga sudah ditepikan dan penumpang sudah dievakuasi ke rumah sakit,” kata Ipda Gerry.

Sementara itu, pengemudi truk peti kemas dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius. Polisi masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa lebih lanjut keterangan para korban dan saksi.

“Untuk lebih jelasnya bagaimana kronologis awal hingga terjadi benturan, kita akan cross-check ke sopir dan penumpang pikap setelah bisa dimintai keterangan,” tandasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow