Kiprah Perempuan Trenggalek, Sugiyanti Nakhodai IKPI Cabang Kota Kediri

Bagi Trenggalek, terpilihnya Sugiyanti menjadi kebanggaan tersendiri. Ia menjadi contoh bahwa perempuan daerah mampu tampil dan dipercaya memimpin organisasi profesi di level regional.

13 Jan 2026 - 20:58
Kiprah Perempuan Trenggalek, Sugiyanti Nakhodai IKPI Cabang Kota Kediri
Sugiyanti, Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia Cabang Kediri periode 2026-2029. (Istimewa)

TRENGGALEK, SJP - Kiprah perempuan daerah kembali mencuri perhatian. Sugiyanti, perempuan asal Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, resmi terpilih sebagai Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Kota Kediri untuk periode 2026-2029.

Penetapan tersebut berlangsung dalam Rapat Anggota Cabang (RAC) IKPI yang digelar di Kediri, Selasa (13/1/2026). Menariknya, Sugiyanti ditetapkan secara aklamasi setelah seluruh peserta rapat menyatakan sepakat tanpa pemungutan suara.

Terpilihnya Sugiyanti sekaligus menjadi catatan tersendiri, mengingat kepemimpinan organisasi profesi strategis seperti IKPI selama ini masih didominasi kaum pria.

“Saya merasa bukan siapa-siapa. Tapi dengan amanah ini, saya ingin berjalan bersama rekan-rekan untuk menjadikan IKPI Cabang Kediri semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sugiyanti.

Lahir dan besar di Trenggalek, Sugiyanti menempuh pendidikan dasar di Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kampak dan SMK Negeri 1 Pogalan sebelum akhirnya merantau ke Malang untuk kuliah di Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri).

“Pendidikan adalah modal utama. Meski banyak keterbatasan, saya tetap berusaha menjalaninya,” katanya.

Tak berhenti di situ, Sugiyanti melanjutkan pendidikan magister di Universitas Gajayana Malang. Menurutnya, bekal akademik yang kuat sangat penting untuk memahami dunia perpajakan yang dinamis dan kompleks.

Perjalanan karier Sugiyanti dimulai sejak masih duduk di bangku kuliah. Ia bergabung dengan kantor konsultan pajak (KKP) Agus Sambodo dan Cipta Jasa Tama yang kini berkembang menjadi PT Cipta Sarana Cendekia (CSC), lembaga pengembangan SDM dan pendidikan di Malang.

“Sejak awal kuliah saya sudah bekerja. Dari situ saya belajar disiplin, manajemen waktu, dan memahami perpajakan dari nol,” ungkapnya.

Berangkat dari posisi staf, Sugiyanti perlahan memahami seluk-beluk administrasi dan regulasi perpajakan hingga akhirnya mengantongi izin praktik resmi sebagai konsultan pajak.

Meski telah memenuhi syarat untuk membuka praktik sendiri, ia memilih tetap berproses di KKP Agus Sambodo & Rekan.

“Lingkungan kerja di sini membentuk saya, bukan hanya secara teknis, tapi juga etika profesi,” ujarnya.

Saat ini, Sugiyanti dipercaya sebagai penanggung jawab Kantor Cabang Madiun. Aktivitasnya menuntut mobilitas tinggi, bolak-balik Trenggalek-Madiun, di tengah perannya sebagai ibu dari satu anak.

“Membagi waktu memang tantangan tersendiri. Tapi dengan komitmen, peran keluarga dan pekerjaan bisa berjalan seimbang,” katanya.

Pengalaman inilah yang ingin ia bagikan kepada anggota IKPI Cabang Kediri ke depan.

Pemilihan Ketua IKPI Cabang Kota Kediri sendiri melalui proses panjang. Sejumlah nama sempat masuk dalam bursa bakal calon, di antaranya Suwandi Sudarsono, Mardiyanto, Sugeng, dan Sugiyanti.

Hasil verifikasi menetapkan Sugiyanti dan Suwandi Sudarsono sebagai calon yang memenuhi syarat. Namun menjelang pemilihan, Suwandi menyatakan mengundurkan diri.

“Keputusan setiap anggota harus dihormati. Itulah ruh demokrasi dalam organisasi,” ujar Sugiyanti.

Dengan mundurnya calon lain, forum RAC akhirnya menetapkan Sugiyanti sebagai ketua secara aklamasi.

IKPI Cabang Kota Kediri memiliki wilayah kerja yang cukup luas, mencakup Kota dan Kabupaten Kediri, Trenggalek, Tulungagung, Nganjuk, serta Kabupaten dan Kota Blitar.

Menurut Sugiyanti, luasnya wilayah justru menjadi potensi besar jika dikelola dengan sinergi dan rasa kebersamaan.

“Ini bukan soal jabatan, tapi pengabdian. Kita harus tumbuh bersama,” tegasnya.

Bagi Trenggalek, terpilihnya Sugiyanti menjadi kebanggaan tersendiri. Ia menjadi contoh bahwa perempuan daerah mampu tampil dan dipercaya memimpin organisasi profesi di level regional.

“Saya membawa nama Trenggalek ke mana pun melangkah. Semoga ini bisa memotivasi perempuan lain untuk berani maju,” tuturnya.

Sugiyanti berkomitmen memperkuat kompetensi anggota, menjaga etika profesi, serta membangun sinergi dengan otoritas perpajakan dan pemangku kepentingan lainnya.

“IKPI harus profesional, solid, dan benar-benar memberi manfaat bagi negara dan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan kepemimpinan baru ini, IKPI Cabang Kota Kediri resmi memulai babak baru periode 2026-2029 di bawah nahkoda perempuan asal Trenggalek. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow