Kerusakan Jalan Sanggrahan Kian Parah, Pemkab Tulungagung Siapkan Perbaikan Tahun Ini

Keterbatasan anggaran membuat perbaikan belum bisa dilakukan secara menyeluruh. Perbaikan yang dilakukan bersifat pemeliharaan berkala dengan metode tambal sulam pada titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah.

06 Feb 2026 - 17:58
Kerusakan Jalan Sanggrahan Kian Parah, Pemkab Tulungagung Siapkan Perbaikan Tahun Ini
Papan bertuliskan kalimat sindiran atas rusaknya jalan di Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Kondisi sejumlah ruas jalan kabupaten di Tulungagung kian memprihatinkan. Jalan berlubang dan rusak parah ditemukan di beberapa wilayah, terutama di ruas Ngunut-Doroampel, Ngunut-Podorejo, hingga Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu. Kerusakan tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan dan kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

Pantauan di lapangan menunjukkan lubang jalan dengan ukuran besar dan kedalaman bervariasi tersebar di sejumlah titik. Kerusakan tampak sporadis, mulai dari kawasan permukiman hingga jalur utama penghubung antarwilayah.

Rizal, salah seorang warga yang setiap hari melintasi jalur Ngunut hingga Boyolangu, mengungkapkan, kerusakan jalan sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Namun hingga kini, belum ada perbaikan permanen yang dilakukan pemerintah daerah.

“Saya hampir setiap hari lewat jalur itu. Kondisinya memang cukup parah, terutama di Ngunut Lingkungan 7 dan 8 sampai Sambijajar. Lubangnya besar-besar dan dalam,” ujar Rizal, Jumat (5/2/2026).

Keluhan serupa disampaikan Puspa, pengendara sepeda motor yang kerap melintasi kawasan tersebut. Ia menilai kerusakan jalan sangat mengganggu aktivitas warga, terutama saat musim hujan seperti saat ini.

“Kalau hujan lubangnya tertutup air jadi tidak kelihatan. Saya pernah terperosok lubang di daerah Sambijajar, untungnya tidak sampai jatuh,” katanya.

Menurut Puspa, beberapa titik jalan sempat diperbaiki secara swadaya oleh warga sekitar dengan menambal menggunakan semen. Namun, perbaikan tersebut tidak bertahan lama dan kini kondisi jalan kembali rusak.

“Di Lingkungan 8 sempat ditambal semen, tapi sekarang rusak lagi dan malah tambah parah,” tambahnya.

Di Desa Sanggrahan, kerusakan terlihat cukup merata di jalan sepanjang sekitar 200 meter. Lubang jalan tampak mulai dari area sekitar masjid hingga minimarket. Bahkan, warga setempat memasang tulisan bernada sindiran bertuliskan “Selamat Datang di Wisata Jeglongan Sewu” sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung, Erwin Novianto, membenarkan adanya kerusakan pada sejumlah ruas jalan kabupaten. Ia memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan rencana perbaikan pada tahun 2026.

Namun demikian, Erwin menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran membuat perbaikan belum bisa dilakukan secara menyeluruh. Perbaikan yang dilakukan bersifat pemeliharaan berkala dengan metode tambal sulam pada titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah.

“Untuk Sanggrahan akan ditangani tahun 2026 melalui pemeliharaan berkala Ruas Jalan Boyolangu-Sanggrahan,” jelas Erwin.

Selain itu, ruas jalan Ngunut-Podorejo dan Ngunut-Doroampel juga masuk dalam daftar penanganan tahun ini.

“Perbaikannya dilakukan di spot-spot yang rusak berat. Insyaallah mulai dikerjakan bulan Maret,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow