Kerja Sama LPPM UNESA dan Pemkab Bondowoso Bakal Dorong Peningkatan Semua Sektor

Sinergi BP4D dan UNESA diperkuat melalui penjajakan program pengabdian masyarakat, beasiswa, serta pemberdayaan potensi daerah. Melibatkan tujuh negara dan mahasiswa dari 40 negara untuk meningkatkan IPM Bondowoso.

10 Dec 2025 - 19:03
Kerja Sama LPPM UNESA dan Pemkab Bondowoso Bakal Dorong Peningkatan Semua Sektor
LPPM UNESA saat bertemu dengan Bupati Bondowoso, di Peringgitan Pendopo Raden Bagus Assra (foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan kembali komitmennya dalam memperkuat sinergi perencanaan pembangunan dan tata kelola pemerintahan daerah melalui koordinasi lintas perangkat daerah.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D), Anisatul Hamidah, bersama Kepala Bagian Pemerintahan, Abdul Manan, usai acara penjajakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNESA di Peringgitan Bupati Bondowoso, Rabu (10/12/2025).

“Kita memiliki potensi yang luar biasa, mulai potensi pertanian, perkebunan, wisata, dan sebagainya. Nah, dari beberapa potensi itulah yang nanti akan diberdayakan oleh UNESA,” kata mantan Kepala Dinsos P3AKB ini.

Kehadiran UNESA di Bondowoso diharapkan dapat memberikan manfaat besar di berbagai sektor. Mereka, kata Anis, juga akan menggandeng tujuh negara yang nantinya hadir di Bondowoso.

“Hari ini merupakan penjajakan, kira-kira menu apa, kira-kira program apa, yang sangat mungkin dilakukan, sehingga tadi kami sudah sampaikan bagaimana profil Kabupaten Bondowoso seperti apa,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Anisatul Hamidah, UNESA juga menawarkan beasiswa untuk anak-anak Bondowoso, termasuk bagi mereka yang memiliki keahlian kitab kuning maupun yang hafal Al-Qur’an.

“Mereka akan mendapatkan tiket yang bagus untuk menjadi mahasiswa di UNESA Surabaya,” ungkapnya.

ASN yang juga menjabat sebagai Plt Kepala BKPSDM ini menegaskan, pihaknya terus mengupayakan penyelarasan perencanaan mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.

“Proses penyusunan program harus berjalan terukur dan sesuai kebutuhan masyarakat agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan,” tandasnya.

Ia menegaskan bahwa BP4D berperan sebagai pengendali dan pengarah agar setiap program pembangunan memiliki landasan data yang kuat, baik dari hasil kajian maupun musyawarah di tingkat bawah.

“Dengan demikian, perencanaan dapat menghasilkan program yang benar-benar menjawab persoalan daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kerja Sama Setda Bondowoso, Abdul Manan, menambahkan bahwa akan ada tujuh negara yang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat bersama UNESA. Program ini juga melibatkan mahasiswa dari 40 negara yang saat ini menempuh pendidikan di kampus tersebut.

“Nah, bentuk kerja sama ini adalah tindak lanjut dari MoU yang sudah dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2024 yang lalu, yang berlaku lima tahun, jadi sebagai tindak lanjut itu. Jadi, intinya adalah, apa yang bisa diperbuat oleh UNESA kepada Bondowoso, dan apa yang bisa kita berikan kepada UNESA untuk bisa dikembangkan,” jelas Manan.

Mantan Camat Prajekan itu menuturkan bahwa tujuan utama kerja sama ini adalah meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bondowoso serta mendukung pengembangan sektor lain.

“Ini juga mensukseskan program Bondowoso Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow