Kerapan Sapi Sumenep Terapkan CCTV di Garis Finish untuk Seleksi Piala Presiden
Seleksi Kerapan Sapi menuju Piala Presiden 2025 di Sumenep menghadirkan 48 pasang sapi. Panitia menggunakan CCTV di garis finish untuk menjaga keadilan dan menghindari kericuhan. Enam pasangan terbaik akan mewakili Sumenep ke Bangkalan.
SUMENEP, SJP – Ajang seleksi Kerapan Sapi menuju Piala Presiden berlangsung meriah di Lapangan Giling, Kota Sumenep, Minggu (14/9/2025). Sebanyak 48 pasang sapi kerapan bertarung mewakili kawedanan masing-masing. Tahun ini, panitia menerapkan sistem baru dengan memasang CCTV di garis finish sebagai langkah menjaga keadilan dan mencegah kericuhan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan, menjelaskan bahwa setiap kawedanan menurunkan enam pasangan sapi terbaik. Dari seleksi ini, hanya enam pasangan yang berhak melaju ke kasta tertinggi di Bangkalan.
"Ini adalah seleksi menuju Piala Presiden, jadi setiap kawedanan mengirim perwakilan. Nantinya akan dipilih enam pasang sapi kerapan yang akan maju ke kasta tertinggi di Bangkalan, Jawa Timur," kata Iksan.
Suasana stadion yang dipadati ribuan penonton semakin riuh saat lomba digelar. Pemasangan CCTV di garis akhir menjadi sorotan, karena kerap kali tubuh dan kaki sapi masuk hampir bersamaan sehingga rawan menimbulkan protes.
"Ini untuk mengurangi potensi ricuh karena sapi sering masuk garis finish hampir bersamaan. CCTV menjadi bukti yang akurat," terang panitia lomba kerapan sapi, Nursalim.
Bagi para pemilik dan pelatih, lolos ke ajang Piala Presiden merupakan kebanggaan besar. Namun, jalan menuju sana tidak mudah karena butuh persiapan panjang, mulai dari seleksi kawedanan hingga kabupaten.
"Harus menang di level kawedanan dulu, lalu ke tingkat Kabupaten Sumenep seperti hari ini, baru ke Piala Presiden," ujar pelatih kerapan sapi, Ismail.
Ismail menambahkan, keberhasilan sapi kerapan bukan hanya soal kecepatan, melainkan juga hasil kerja tim dalam menjaga kondisi fisik. Mulai dari pola makan, minuman, jamu khusus, hingga latihan intensif menjadi kunci agar stamina sapi tetap terjaga.
Tahapan selanjutnya, Kerapan Sapi Piala Presiden dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Bangkalan pada Oktober 2025. Sebanyak 32 pasang sapi terbaik dari empat kabupaten di Madura akan memperebutkan supremasi tertinggi dalam tradisi balap sapi ini. (**)
Editor: Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

