Kepulangan Umroh Mas Ipin Tertunda 4 Hari, Penerbangan dari Arab Saudi Sempat Dibatalkan
Bupati Trenggalek akhirnya tiba di Indonesia pada 8 Maret setelah mencari rute penerbangan alternatif akibat pembatasan jalur udara di Timur Tengah.
TRENGGALEK, SJP - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau yang akrab disapa Mas Ipin, menceritakan pengalamannya saat menjalankan ibadah umroh di Arab Saudi yang sempat tertunda kepulangannya selama empat hari akibat kendala penerbangan.
Mas Ipin seharusnya kembali ke Indonesia pada 4 Maret 2026, namun jadwal kepulangannya mundur hingga 8 Maret 2026 karena pembatalan penerbangan yang dipicu keterbatasan jalur udara di kawasan Timur Tengah.
Menurut Mas Ipin, selama berada di Kota Mekkah dan Madinah, kondisi tetap aman dan aktivitas ibadah berjalan normal.
Ia menegaskan bahwa tidak ada situasi keamanan yang mengkhawatirkan seperti yang sempat beredar di media sosial.
“Mekkah dan Madinah itu sudah dijamin, insya Allah. Doanya para nabi, jadikan negeri ini baladan aminan, negeri yang aman. Jadi kalau di Mekkah dan Madinah insya Allah tidak ada masalah, semua proses berjalan,” Mas Ipin, Senin (9/3/2026).
Mas Ipin juga menepis kabar yang menyebut adanya peningkatan penjagaan aparat secara khusus.
“Kalau yang di media sosial kemarin ada polisi disiagakan atau apa, enggak ada sama sekali,” jelasnya.
Kendala utama yang dialaminya terjadi pada sektor penerbangan. Menurutnya, kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat sejumlah jalur udara terbatas sehingga berdampak pada jadwal penerbangan internasional.
“Yang memang terkendala adalah penerbangan. Karena perang sekarang kan perang udara, jadi jalur-jalur penerbangan sedikit terbatas,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar penerbangan dari Indonesia menuju Arab Saudi maupun sebaliknya tidak dilakukan secara langsung, melainkan melalui transit di beberapa kota besar di Timur Tengah.
“Rata-rata transit, tidak ada yang direct. Biasanya transit di Dubai atau Doha,” katanya.
Akibat kondisi tersebut, tiket penerbangannya sempat dibatalkan oleh maskapai.
“Kemarin tiket memang sempat direfund, dicancel penerbangannya. Jadi kemudian harus extend beberapa hari dan akhirnya mencari alternatif tiket penerbangan baru,” ujarnya.
Setelah menunggu beberapa hari, ia akhirnya berhasil mendapatkan penerbangan pengganti dan tiba kembali di Indonesia pada Minggu (8/3/2026).
“Alhamdulillah sekarang sudah sampai, saya sudah sampai kemarin malam,” katanya.
Setibanya di Tanah Air, Mas Ipin langsung menggelar rapat dengan jajaran pemerintah daerah untuk membahas kondisi warga Trenggalek yang berada di luar negeri, khususnya di kawasan Timur Tengah. Ia menekankan pentingnya memantau keselamatan warga yang bekerja maupun menempuh pendidikan di wilayah yang berpotensi terdampak konflik.
“Yang malah saya tekankan keselamatan warga yang ada di sana, bukan hanya yang umroh, tapi yang bekerja atau yang sedang kuliah di daerah konflik,” ujarnya.
Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain negara-negara yang berada di sekitar Israel, Iran, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Mas Ipin mengaku juga menerima laporan dari warga Trenggalek yang bekerja di luar negeri dan ingin kembali ke Indonesia karena situasi yang dianggap tidak aman. Pemerintah Kabupaten Trenggalek pun membuka jalur komunikasi bagi keluarga warga yang memiliki sanak saudara di kawasan tersebut.
Masyarakat diminta melapor agar pemerintah daerah dapat melakukan pendataan serta koordinasi dengan pihak terkait.
“Bagi siapa pun yang punya sanak saudara yang masih bekerja, sekolah, atau tinggal di sana dan merasa tidak aman, silakan menghubungi nomor 0822-3334-3800 agar bisa kita identifikasi dulu,” jelasnya.
Selanjutnya, Pemkab Trenggalek akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BP2MI serta perwakilan pemerintah Indonesia di negara setempat untuk menentukan langkah terbaik.
“Kalau ketenagakerjaan nanti dengan BP2MI, dengan kedutaan atau kantor perwakilan Indonesia di negara tersebut yang sedang berkonflik, sehingga nanti kita bisa diarahkan seperti apa,” katanya.
Melalui langkah ini, pemerintah daerah berharap dapat membantu memastikan keselamatan warga Trenggalek di luar negeri serta memberikan solusi jika mereka membutuhkan bantuan untuk kembali ke Indonesia atau berpindah ke wilayah yang lebih aman. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

