Kemiskinan di Jawa Timur Menurun 9,56 Persen: BPS Paparkan 5 Faktor Utamanya
Kemiskinan di Jawa Timur turun menjadi 9,56% pada September 2024, dengan penurunan 89 ribu penduduk miskin, didukung inflasi terkendali dan pertumbuhan ekonomi 4,91%.
SURABAYA, SJP - Persentase penduduk miskin di Jawa Timur pada September 2024 tercatat sebesar 9,56 persen, menurun 0,23 persen poin dibandingkan Maret 2024 yang mencapai 9,79 persen.
Data tersebut berbanding lurus dengan jumlah penduduk miskin yang juga mengalami penurunan sebesar 89 ribu orang, dari 3,982 juta pada Maret 2024 menjadi 3,893 juta pada September 2024.
Data tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Zulkipli, dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang berlangsung di Ruang Vicon, Kantor BPS Jawa Timur, Surabaya, Rabu (15/1/2025).
"Jumlah penduduk miskin di Jawa Timur pada September 2024 mencapai 3,893 juta orang. Dibandingkan Maret 2024, jumlah ini menurun sebanyak 89 ribu orang," jelas Zulkipli.
Zulkipli menjabarkan bahwa angka kemiskinan di perkotaan mencatat penurunan yang lebih signifikan dibandingkan perdesaan.
"Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 7,12 persen menjadi 6,83 persen. Sedangkan di perdesaan turun dari 13,30 persen menjadi 13,19 persen," ujarnya.
Dalam hal jumlah, penduduk miskin di perkotaan turun sebanyak 54 ribu orang, dari 1,643 juta menjadi 1,589 juta orang. Sementara itu, jumlah penduduk miskin di perdesaan turun sebesar 35 ribu orang, dari 2,340 juta menjadi 2,305 juta orang.
Zulkipli juga memaparkan lima faktor utama yang memengaruhi penurunan kemiskinan selama periode Maret–September 2024:
- Inflasi Terkendali: Inflasi tahun ke tahun (year-on-year) pada September 2024 tercatat sebesar 1,73%, dengan periode Maret–September 2024 mengalami deflasi sebesar 0,38%.
- Pertumbuhan Ekonomi Positif: Ekonomi Jawa Timur tumbuh 4,91% pada Triwulan III-2024 (year-on-year).
- Peningkatan Konsumsi Rumah Tangga: Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 2,99% pada Triwulan III-2024.
- Penurunan Tingkat Pengangguran: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2024 sebesar 4,19%, turun 0,69% poin dibandingkan Agustus 2023.
- Nilai Tukar Petani Stabil: Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2024 tercatat sebesar 116,61, meskipun mengalami penurunan sebesar 2,09% dibandingkan Maret 2024.
Sejarah dan Tren Kemiskinan dalam Satu Dekade
Dalam analisisnya, Zulkipli mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan di Jawa Timur selama satu dekade terakhir menunjukkan tren penurunan, meskipun terdapat beberapa periode kenaikan, seperti Maret 2015, Maret dan September 2020, serta September 2022.
"Kenaikan pada Maret 2015 disebabkan oleh kenaikan harga kebutuhan pokok akibat kenaikan harga bahan bakar minyak. Sementara kenaikan pada 2020 disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19," ujarnya.
Penurunan angka kemiskinan ini mencerminkan keberhasilan langkah-langkah strategis pemerintah daerah. Namun, Zulkipli menekankan pentingnya upaya berkelanjutan untuk menghadapi tantangan kemiskinan di wilayah perdesaan.
"Kemiskinan adalah persoalan multidimensi yang memerlukan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk menghasilkan solusi yang berkelanjutan," tutupnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

